Diproyeksikan Jadi Pusat Pertumbuhan, Penyerapan APBN untuk Pengembangan IKN Capai 50,5%
JAKARTA, investortrust.id - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) ternyata tidak hanya direncanakan untuk menjadi pusat pemerintahan Indonesia. Lebih dari itu, IKN juga diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.
Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi IKN, Agung Wicaksono, dalam acara BNI Investor Daily Summit 2023 yang berlangsung di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Rabu (25/10/2023). Ia menyebut, saat ini progres pembangunan IKN menggunakan dana APBN sudah mencapai 50,5%.
"Kenapa ibu kota dipindah ke Kalimantan? Karena tujuannya memang menciptakan reforest state dan reforestation. IKN harus beyond ibu kota pemerintahan. Dia harus menjadi kota yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi," kata Agung Wicaksono, Rabu (25/10/2023).
Pembangunan IKN ini sejatinya tetap berpegang erat pada kelestarian lingkungan. Agung menyebut sebesar 65% dari wilayah yang digarap akan dipertahankan atau bahkan dibuat kembali menjadi hutan, 10% akan menjadi area pertanian, dan 25% sisanya menjadi urban area.
Baca Juga
Rambah Pasar di IKN, Distributor Gas (SBMA) Optimistis Catat Pendapatan Rp 123 Miliar
Tidak hanya itu, PLN juga akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di IKN. Maka dari itu, IKN ini nantinya akan menjadi tonggak penting masa depan Indonesia. Apalagi IKN juga akan bersinergi dengan Samarinda dan Balikpapan.
"Di IKN harus dilihat sebagai ekosistem three city. IKN, Balikpapan, Samarinda. Jadi kalau melihat potensi ekonomi dengan masing-masing kekuatannya, Balikpapan kota terbesar di Kalimantan Timur dan pusat pengolahan industri migas, Samarinda sebagai ibu kota provinsi dan banyak sumber daya alam, IKN pusat pemerintahan dan ini green economy," jelas Agung Wicaksono.
Pembangunan IKN ini sejatinya bukan hanya program satu pemerintahan. Indonesia berkomitmen terhadap IKN sebagai sebuah proyek strategis nasional yang diikat dengan Undang-Undang.
"Dalam revisi undang-undang yang baru, disebutkan bahwa IKN ini akan menjadi proyek strategis nasional minimal 10 tahun ke depan siapa pun presidennya," sebut Agung.
"IKN bukan hanya diputuskan oleh Presiden Jokowi. Tapi ini adalah cita-cita sejak Presiden Soekarno. Ini cita-cita bangsa kita," pungkasnya. (CR-8)
Baca Juga
Wijaya Karya (WIKA) Kebut Proyek Tol IKN, Progresnya Signifikan

