Total Investasi di KEK Bertumbuh Jadi Rp177,5 Triliun hingga 2023
JAKARTA, investortrust.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah didirikan pemerintah sejak 2019 berhasil mendatangkan investasi Rp 177,5 triliun hingga penghujung tahun 2023. Investasi tersebut berdampak terhadap peningkatan penyerapan menjadi 117.492 orang tenaga kerja pada 331 perusahaan/badan usaha.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI di Jakarta, Kamis (18/01/2024), secara detail diungkapkan adanya tambahan realisasi investasi sebesar Rp 66 triliun sepanjang 2023.
Baca Juga
Pada 2023 terdapat penambahan realisasi penyerapan tenaga kerja sejumlah 57.005 orang. Sama halnya dengan jumlah pelaku usaya yang bertambah sebanyak 89 perusahaan/industri.
“Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa investasi di KEK berkontribusi positif terhadap ekonomi daerah dan perekonomian nasional, dengan tren yang meningkat selama periode 2019 – 2023,” jelas Sesmenko Perekonomian Susiwijono, dikutp Investortrust.id (18/01/2024).
Terkait target investasi masuk KEK tahun 2024, dia mengatakan, sebesar Rp77,5 triliun dan tambahan penyerapan tenaga kerja sebanyak 38.277 orang.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasa Ekonomi Khusus (KEK) Susiwijono Moegiarso menegaskan, target tersebut didukung optimisme perekonomian Indonesia tetap kuat, meski ada ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global.
Baca Juga
Dorong Pasar Modal Syariah, BEI dan BSN Jajaki Produk-produk Baru
Dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% selama 8 kuartal berturut-turut (di masa pandemi dan pasca pandemi) menjadi capaian yang luar biasa dan keberhasilan pengendalian inflasi yang cukup rendah di level 2,61% menunjukkan resiliensi ekonomi terus terjaga di tengah dinamika global.
“Di saat perekonomian dunia mengalami perlambatan, ekonomi Indonesia justru masih mampu tumbuh di kisaran 5%, lebih tinggi dari rata-rata negara maju & negara berkembang, dan dengan inflasi yang lebih terkendali,” ungkap Susiwijono pada saat memberikan sambutan pada acara Rapat Kerja Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Rakernas KEK) Evaluasi Capaian Kinerja Tahun 2023 pada tanggal 16-17 Januari 2024 di Jakarta.
Berbagai optimisme dan peluang tersebut harus mampu dimanfaatkan dengan baik, salah satunya dengan mendorong pengembangan 20 KEK sebagai energi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkontribusi nyata dalam mendorong PDRB daerah, di berbagai wilayah Indonesia.

