BPS: Kenaikan Harga Beras Domestik Terdorong Harga Beras Impor
JAKARTA, investortrurst.id - Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut tren kenaikan harga beras domestik terdorong kenaikan harga beras impor. Kenaikan harga beras pada Februari 2024 memberi andil terhadap inflasi sebesar 0,21%.
"Kenaikan harga beras domestik yang kita alami kini dipengaruhi berbagai faktor baik terbatasnya produksi tapi juga kenaikan harga beras di pasar global," ujar Amalia dalam Rakornas Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan Jelang Puasa dan Idulfitri 2024, di Jakarta, Senin (04/03/2024).
Amalia mengatakan, impor besar terbesar sepanjang Januari 2024 berasal dari Thailand, Pakistan, Myanmar, dan Vietnam. Impor beras dari Thailand mencapai 237,64 ribu ton memberi andil 53,53% dari total impor di bulan Januari. Sementara Pakistan mengirim beras sebesar 129,78 ribu (29,24%), Myanmar 41,64 ribu ton (9,38%), dan Vietnam 32,34 ribu ton (7,29%).
"Harga beras di pasar internasional yang juga dalam tren meningkat seperti harga beras Thailand dan juga Vietnam sehingga mempengaruhi kenaikan harga beras domestik," ujar dia.
Baca Juga
Selain kondisi beras di internasional, kenaikan harga juga dipengaruhi faktor musiman yang berdampak pada terbatasnya produksi. Meski demikian, Amalia menyebut impor beras harus dilakukan agar pasokan dalam negeri terus terjaga. Ini diperlukan untuk mengimbangi tekanan inflasi beras.
Amalia berharap kenaikan harga beras juga dapat diredam dengan naiknya pasokan saat panen raya. Menurut proyeksi BPS, panen raya pada Maret dan April akan meningkatkan suplai dan produksi beras.
"Panen raya dengan peningkatan supply dan produksi beras diharapkan bisa memberi bantuan meredam inflasi beras di Maret-April," ujar dia.
Amalia mengatakan potensi produksi beras tertinggi menurut wilayah provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Produksi beras di Pulau Jawa, kata dia, diproyeksikan total dapat mencapai 2,15 juta ton.
Baca Juga
Kepala Bapanas Klaim Harga Beras Sudah Turun Jadi Rp 14.000, Ini Sebabnya
"Kemudian di April, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Lampung jadi lima terbesar produsen beras tertinggi," kata dia.
Pada puncak panen April, dia menyebut kontribusi Pulau Jawa dalam produksi beras sebesar hampir 60%, Pulau Sumatera 19%, dan Pulau Sulawesi 12,5%.
"Jumlah produksi beras Pulau Sulawesi 0,62 juta ton dan tertinggi berasal Sulawesi Selatan," ujar dia.
Sebagai catatan, beras memberi sumbangan andil inflasi terbesar pada Februari 2024. BPS menyebut inflasi beras secara bulanan mencapai 5,32% dan memberi andil terhadap inflasi terbesar pada inflasi bulan Februari, yakni 0,21%. Selain beras, komoditas cabai merah juga menyumbang inflasi dengan andil 0,09%, telur ayam 0,04%, dan daging ayam 0,02%.
"Inflasi harga beras terjadi di 140 kota/kabupaten dari 154 kota/kabupaten," ujar dia.

