Digitalisasi UMKM Indonesia Belum Optimal, Olsera Tawarkan Solusi End-to-End
JAKARTA, investortrust.id - Penyedia aplikasi penjualan, Olsera menawarkan solusi end-to-end untuk UMKM agar bisa terus bersaing di era digital. Penawaran Olsera ini sebagai respons atas masih rendahnya tingkat digitalisasi UMKM di Indonesia.
Co-Founder & CEO Olsera, Novendy Chen, menyebut saat ini baru ada 20% UMKM di Indonesia yang terdigitalisasi. Upaya digitalisasi tersebut juga belum total.
"Digitalisasi itu tidak semata-mata hanya, oh jualan saya sudah bisa online lho. Itu bagian dari digitalisasi, tapi prosesnya tidak end-to-end, tidak dari awal sampai akhir," ujar Novendy dalam acara Foundry Mixer: Indonesian SME Digital Revolution, Jumat (27/10/2023).
Baca Juga
Maka dari itu, Novendy melalui Olsera, menawarkan digitalisasi secara penuh. Cakupannya mulai dari manajemen inventori, pengelolaan karyawan, pembukuan, pengelolaan keuangan, sampai dengan pendanaan usaha.
"Itu semua proses yang perlu kita digitalisasi agar UMKM Indonesia lebih berdaya saing. Kita tawarkan kepada UMKM Indonesia adalah end-to-end digitalisasinya," papar Novendy.
Menurut Novendy, sudah seharusnya UMKM Indonesia melangkah lebih jauh mengikuti arus perkembangan zaman agar tidak tertinggal. Sebab, tak sedikit usaha yang akhirnya kalah saing karena enggan mengikuti perubahan arus teknologi. (CR-8)
Baca Juga

