Jokowi Belum Mau Tambah Insentif Mobil Listrik, tapi Tawarkan Solusi Ini
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa pemerintah untuk sementara waktu tidak akan menambah insentif untuk mobil listrik. Meski begitu, pemerintah memiliki solusi lain dalam upaya mengembangkan energi hijau (green energy) dan industri kendaraan listrik.
Jokowi menyebutkan, salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mendorong industri mobil listrik di Tanah Air adalah dengan mengurangi Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Hal itu sejalan dengan Perpres Nomor 79 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Listrik.
Baca Juga
“Kita sudah mendorong dengan pengurangan PPN. Saya kira ini akan mendorong penjualan, dan nantinya akan mendorong terhadap produksi pabrik-pabrik electric vehicle yang ada di Indonesia. Saya kira arahnya ke sana,” kata Jokowi saat menghadiri pembukaan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/2/2024).
Jokowi berharap, upaya yang dilakukan pemerintah nantinya bisa membuat Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain di industri kendaraan listrik. Apalagi cadangan nikel di Tanah Air berlimpah ruah sehingga bisa dimanfaatkan untuk memproduksi baterai mobil listrik dalam jumlah besar.
“Kalau semua local content sudah, baterainya sudah, saya kira akan kita lihat nanti kita bisa bersaing dengan negara lain,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut,” katanya.
Baca Juga
Peduli Isu Lingkungan, Mobil Listrik Jadi Topik yang Paling Banyak Dibicarakan
Lebih lanjut Jokowi menyampaikan bahwa ia akan mendorong semua hal yang berkaitan dengan kendaraan listrik, termasuk juga kendaraan umum listrik. Bahkan ia menginginkan agar semua produksi yang berkaitan dengan kendaraan listrik bisa dilaksanakan di Indonesia.
“Semuanya kita dorong. Tujuannya agar semuanya berproduksi di Indonesia. EV semua merek berproduksi di Indonesia, karena kita mempunyai kekuatan EV battery,” pungkas Jokowi.

