Citilink dan Pelita Air Merger? Wamen BUMN: Kami Putuskan Januari
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo merespons kabar merger dua perusahaan penerbangan, Citilink dan Pelita Air. Menurut Tiko, sapaan akrab Kartika, saat ini pemerintah, InJourney, dan Pertamina sedang membicarakan kemungkinan tersebut.
“Kami, InJourney, dan Pertamina sedang bicarakan seperti apa skemanya, itu akan kami putuskan di bulan Januari 2024,” kata Tiko, sapaan akrab Kartika, di Menara Danareksa, Jakarta, Jumat (29/12/2023).
Dari sisi branding, kata Tiko, ketiga perusahaan penerbangan tersebut memiliki segmen pasar yang berbeda. Dia mengatakan Garuda Indonesia akan diarahkan untuk segmen pasar premium dan Pelita Air untuk pasar menengah.
Baca Juga
Bos Garuda Buka-bukaan soal Rencana Merger Citilink dengan Pelita Air
“Sementara itu Citilink akan diposisikan untuk segmen low cost,” ujar dia.
Tiko mengatakan saat ini sedang membereskan keuangan Garuda Indonesia dan Citilink. Dia mengatakan sedang menawarkan kontrak leasing Garuda dan Citilink dalam bentuk ijarah (bagi hasil).
“Harapannya dengan perubahan mekanisme leasing itu, Garuda bisa positif equity,” kata dia.
Baca Juga
Setelah ekuitasnya positif, Tiko akan menawarkan saham Citilink ke InJourney, Aviata. “Tapi nanti menunggu setelah neraca rapi dulu,” ujar dia.
Untuk Pelita Air, Tiko mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan dua konsep. Konsep pertama yaitu Pelita Air akan masuk di bawah Garuda dan InJourney. Sementara itu yang kedua, Pelita Air langsung masuk ke dalam InJourney.
“Karena pemegang sahamnya (Pelita) bukan pemerintah, melainkan Pertamina,” ujar dia.

