Kelanjutkan Merger Citilink dan Pelita Air, Bos Garuda (GIAA) Ungkap Hal Ini
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra mengungkapkan merger Citilink dengan Pelita Air akan dituntaskan bersamaan dengan merger perseroan dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney.
“Realisasi merger mungkin akan sekalian, tampaknya bergabung dengan inisiatif Injourney. Tapi ini kan inisiatif pemilik ya, jadi kita gak bisa banyak bicara sih kalau sudah inisiatif pemilik. Tinggal ikut aja gitu kan,” kata Irfan ketika ditemui di acara Halal Bi Halal Lebaran 2024/1445 H di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2024).
Baca Juga
Puncak Mudik Lebaran 2024, Garuda Indonesia Group Angkut 82.168 Penumpang
Dia juga menyampaikan, setelah lebaran akan ada diskusi kembali mengenai bergabungnya kedua maskapai tersebut dan berharap bisa diselesaikan sebelum Oktober 2024.
“Keliatannya sih mungkin habis lebaran intensif lagi diskusinya. Banyak pihak termasuk Kementerian berharap bisa kita selesaikan sebelum Oktober. Ini pantas juga, supaya clear-lah semuanya. Tidak jadi hutang/liabilities kedepannya,” jelas Irfan.
Berdasarkan informasi yang diterima investortrust.id pada Desember lalu, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, kerap disapa Tiko, merespons kabar merger dua perusahaan penerbangan, Citilink dan Pelita Air. Menurut dia, Pemerintah, InJourney, dan Pertamina sedang membicarakan kemungkinan tersebut.
Baca Juga
Kinerja Lampaui Ekspektasi, Potensi Cuan Saham Garuda (GIAA) 225%
“Kami, InJourney, dan Pertamina sedang bicarakan seperti apa skemanya, itu akan kami putuskan di bulan Januari 2024,” kata Tiko, beberapa waktu lalu.
Kala itu, Tiko mengatakan sedang membereskan keuangan Garuda Indonesia dan Citilink. Dia menyebutkan, sedang menawarkan kontrak leasing Garuda dan Citilink dalam bentuk ijarah (bagi hasil).“Harapannya dengan perubahan mekanisme leasing itu, Garuda bisa positif equity,” ucap dia.
Baca Juga
Citilink dan Pelita Air Merger? Wamen BUMN: Kami Putuskan Januari
Setelah ekuitasnya positif, Tiko akan menawarkan saham Citilink ke InJourney. “Tapi nanti menunggu setelah neraca rapi dulu,” ujar dia.
Untuk Pelita Air, Tiko menuturkan, pihaknya sedang mempertimbangkan dua konsep. Konsep pertama yaitu Pelita Air akan masuk di bawah Garuda dan InJourney. Sementara itu yang kedua, Pelita Air langsung masuk ke dalam InJourney.

