Indonesia Ajak Brasil Investasi Pembangunan 30 Pabrik Gula
JAKARTA, Investortrust.id – Kementerian Pertanian mengajak negara Brasil untuk berinvestasi di sektor pangan di Tanah Air, salah satunya dengan ikut membantu pemerintah Indonesia membangun 30 unit pabrik gula dan perluasan lahan tanam tebu.
"Kita minta agar pemerintah Brasil memfasilitasi rencana pembangunan 30 unit pabrik gula dan kebun tebu di Indonesia dalam bentuk investasi. Dan kerjasama ini akan disusun dalam bentuk kelompok kerja," ujar Mentan Amran Sulaiman dalam pernyataan yang diterima Selasa (31/10/2023).
Baca Juga
Kementan Bakal Akselerasi Luas Tanam Padi dan Jagung di 2024
Pada Senin (30/10/2023) Kementerian Pertanian menerima kunjungan kerja jajaran Kementerian Pertanian Brasil di Kantor Pusat Kementan, Jakarta.
Mentan mengatakan selain investasi di pabrik gila, kerja sama ini juga meliputi pengembangan vaksin hewan ternak untuk kebutuhan Indonesia dan juga peningkatan kerjasama di bidang ekspor impor. Mentan yakin, Indonesa memiliki peranan bagi perkembangan pertanian global.
"Saya yakin bahwa kami memiliki pandangan yang sama untuk menjalin kontak antara pembentukan kelompok kerja bersama kami di bidang pertanian. Yang paling prioritas adalah akses pasar, karena ke depannya kami ingin membangun pabrik gula dan perkebunan yang lebih luas," katanya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Brasil, Carlos Favaro menegaskan bahwa pemerintah Brasil siap mendukung upaya Indonesia dalam mewujudkan swasembada gula. Salah satunya dengan mentransfer teknologi dan mekanisasi.
Baca Juga
Kejar Target Produksi Beras 35 Juta Ton, Kementan Punya Strategi Ini
"Brasil dan indonesia itu sejak lama sudah menjalin kerjasama. Dan kami sepakat untuk membentuk kelompok kerja dan mengundang ahli ahli di bidang pertanian untuk mentransfer teknologi sehingga indonesia bisa swasembada," katanya.
Bagi Carlos, Indonesia dan Brasil memiliki kemiripan yang sama dalam urusan cuaca. Keduanya sama-sama ber iklim tropis sehingga memudahkan kolaborasi pengembangan pangan kedua negara.
"Kita memiliki kemiripan dari segi iklim. Oleh sebab itu pengalaman 50 tahun dapat dibagikan ke Indonesa. Kami mengerti suatu bangsa kalau ingin kuat harus mampu mencapai swasembada," jelasnya.
