Soroti Produktivitas Gula di Indonesia, Menko Zulhas Sebut RI Tertinggal Jauh dari Brasil
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas menyebutkan kedaulatan pangan tidak hanya sebatas pasokan beras yang cukup, namun perlu dimaknai dalam arti yang luas. Salah satu yang disoroti Zulhas adalah gula hasil produksi Indonesia yang biaya produksinya masih lebih mahal dibanding negara produsen gula lainnya, seperti Brasil
Zulhas menyebut biaya produktsi gula di Brasil sangat efisien, dengan biaya sebesar US$ 15 sen per pon.
“Dengan Brasil itu kita ketinggalan jauh. Mereka gula saja (biaya) produktivitasnya 1 kilo cuma 15 sen. Kita berapa ya? 60 sampai 70 sen dolar,” ucapnya pada Dialog Kadin: Peran Swasta Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Kantor Kadin, Jakarta, Jumat (18/7/2025).
Melihat kondisi ini, Menko Zulhas mengajak pelaku usaha untuk terlibat dalam mengembangkan komoditas gula secara efisien guna mencapai ketahanan pangan yang menjadi target pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pasalnya, menurut Ketua Umum PAN tersebut, sektor pertanian maupun perkebunan saat ini merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan untuk para pengusaha di dalam negeri.
Baca Juga
PTPN Group Sumbang 50 Persen Kenaikan Produksi Gula Nasional Tahun 2024
“Jadi bidang ini sekarang mendapat perhatian serius, kalau Kadin ingin bisnis, bidangnya sangat menarik. Sangat atraktif dan saya kira akan sangat menguntungkan,” ungkap Zulhas.
Apalagi, Menko Zulhas memandang, Kadin Indonesia tersebar di berbagai daerah. Sehingga, ia menilai, pengembangan sektor pertanian dan perkebunan tidak hanya dikuasai oleh pemain besar, melainkan pengusaha-pengusaha di daerah.
"Misalnya teman-teman yang Kadin Provinsi, coba lah. Sekarang peluangnya besar sekali. Kalau enggak kan nanti kita (di)protes lagi, oh ini yang maju Sinarmas saja gitu ya. Ya kalau kita gak usaha, mereka yang usaha yang maju,” imbuhnya.

