Kadin Proyeksikan Sektor Manufaktur hingga Ritel Jadi Penggerak Ekonomi RI 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan sejumlah sektor yang bakal menjadi penggerak perekonomian Indonesia pada 2024 ini. Penyumbang terbesar berasal dari sektor manufaktur, pertanian, pertambangan, perdagangan, hingga konstruksi.
Menurut Wakil Ketua Umum Koordinasi Bidang Kemaritiman, Investasi dan Luar Negeri Kadin Indonesia Shinta W Kamdani, sektor-sektor tersebut masing-masing bakal menyumbang kurang lebih 10% untuk produk domestik bruto (PDB) Indonesia. "Ini menyumbang masing-masing selalu sebanyak 10% terhadap PDB," ucap Shinta dalam acara Investortrust Economic Outlook 2024 di Jakarta Selatan, Kamis (25/01/2024).
Baca Juga
Ketidakpastian Global Tinggi, Pengusaha Minta Pemerintah Jaga Kondusivitas Iklim Investasi
Belanja Pemilu
Shinta juga menyebutkan sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 yang didorong belanja pemilu, yang akan memengaruhi konsumsi lembaga nonprofit (LNPRT). "Sektor ritel, komunikasi, MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), transportasi dan logistik ini dapat lebih dipacu pertumbuhannya dengan realisasi belanja pemilu," ungkapnya.
Kadin Indonesia juga menyoroti sektor lainnya yang memiliki prospek menjanjikan. Ini di antaranya adalah sektor hilirisasi tambang, pertanian, dan perikanan serta transisi hijau. Selain itu, sektor pendidikan dan kesehatan.
"Kita bicara soal transisi hijau, Indonesia tuh punya potensi luar biasa. Ini kesempatan untuk energi baru terbarukan (EBT) sangat tinggi, termasuk carbon credit dan lain-lain," tandasnya.
Baca Juga
Surplus Neraca Perdagangan Surut di 2023, Kemenko Perekonomian Ungkap Penyebab
