SKK Migas Targetkan Penerimaan Negara US$ 12,89 Miliar di 2024
JAKARTA,Investortrust.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan penerimaan negara mencapai US$ 12,89 miliar dari sektor hulu migas di tahun 2024.
Hal itu disampaikan oleh Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, saat memaparkan target lifting minyak di 2024 dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, Rabu (13/3/2024). Target tersebut sejatinya mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mematok target US$ 15,88 miliar.
“Penerimaan negara dengan harga minyak dan juga capaian produksi, maka dicapai US$ 14,59 miliar (pada 2023) atau 84% dibanding tahun sebelumnya (2022) yang US$ 17,4 miliar,” kata Dwi Soetjipto di Gedung DPR RI, Rabu (13/3/2024).
Dijelaskan oleh Dwi, penurunan penerimaan negara dari sektor hulu migas yang terjadi tahun lalu dikarenakan pada 2022 harga minyak cukup tinggi. Sehingga bisa menghasilkan penerimaan yang lebih tinggi.
Baca Juga
SKK Migas Ungkap Tren Dunia di 2024 yang Bisa Pengaruhi Kinerja Hulu Migas
Selain itu, Dwi Soetjipto juga memaparkan target investasi di tahun 2024 adalah sebesar US$ 17,7 miliar. Target tersebut lebih besar dari yang dipatok pada tahun 2023, yakni US$ 15,56 miliar, meskipun yang terealisasi hanya US$ 13,7 miliar tahun lalu.
“Investasi sebagaimana yang kita harapkan, ini terus tumbuh. Tahun 2023 itu US$ 13,7 miliar dibandingkan tahun sebelumnya (2022) US$ 12,1 miliar. Ini tecermin juga dari kegiatannya yang bertambah,” ungkap Dwi.
Sementara itu, cost recovery disebutnya masih terkendali, karena berada di bawah anggaran yang ditetapkan. Cost recovery di 2023 tercatat US$ 7,67 miliar.
Angka tersebut lebih terkendali dibandingkan dengan cost recovery di tahun 2022 yang mencapai US$ 7,9 miliar. Adapun target cost recovery untuk tahun 2024 ini sebesar US$ 8,25 miliar.

