Peneliti Sebut Banyak Masyarakat yang Belum Paham Kendaraan Listrik
JAKARTA, investorttrust.id - Peneliti mobil listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu menyebut, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum paham soal kendaraan listrik atau hybrid. Pernyataan Yannes tersebut mengacu pada hasil riset yang ia lakukan sejak tahun 2012.
"Jadi kita riset bersama-sama dengan mahasiswa S3, terus kami juga ada konsorsium kendaraan listrik Indonesia di lima kampus. Intinya riset kami sejak 2012 ini masih banyak yang belum tau," ujarnya dalam acara seminar bertajuk "Potensi Besar dan Kebutuhan Insentif Mobil Hybrida" yang diselenggarakan investortrust.id, di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta (29/11/2023).
Oleh karena itu, menurut Yannes pemerintah seharusnya turut ambil bagian untuk menginformasikan kepada masyarakat. "Ini sebenarnya kan bukan tugas kampus juga, harusnya pemerintah ngasih tau gitu," paparnya.
Baca Juga
Bersiap Transisi ke Electric Part, Astra Otoparts Minta Hal Ini ke Pemerintah
Lebih lanjut, Yannes membeberkan, ketika masuk ke hybrid komponen-komponennya bertambah banyak. Sehingga, menurutnya hal itu akan membuat orang awam kesulitan dalam memahami industri hybrid.
"Begitu masuk ke hybrid komponennya nambah banyak, orang awam nggak ngerti dan industri pun juga tambah pusing karena komponennya tambah banyak," jelasnya.
"Di 2030 kita harus udah 20% dari jumlah kendaraan ini, harus udah ada yang electric di jalan," terangnya.
Selain itu, Yannes memprediksi pasar Indonesia memiliki pertumbuhan 25% hingga 30% hybrid electric vehicle (HEV) per tahun ke depan. Hal ini seiring dengan makin gencarnya edukasi produk dan tambahan dukungan kebijakan.
"Pemerintah Indonesia perlu segera memberikan insentif untuk meningkatkan pembelian mobil Hybrid di dalam negeri," tandasnya. (CR-2)
Baca Juga
Toyota Dominasi Pasar Mobil Hybrid di Indonesia, Ini Sebabnya
