Aprindo Sebut Usaha Ritel Belum Sepenuhnya Pulih Pascapandemi
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menyebut industri ritel modern di Tanah Air belum sepenuhnya pulih, seperti kondisi sebelum pandemi Covid-19. Hingga kini, menurutnya, sejumlah pelaku industri masih dalam proses pemulihan.
"Belum recovery. Masih ongoingrecovery, masih berjalan di sekitar angka 50-60%," ucap Roy saat ditemui di kantor Investortrust.id, di The Convergence Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa (23/1/2024).
Roy menyebutkan, para pelaku usaha masih harus mengeluarkan dana untuk menutupi pembiayaan saat menghadapi pandemi, salah satunyadalam bentuk utang.
Baca Juga
Aprindo dan investortrust.id Jalin Kerja Sama Bangkitkan Ritel Modern
"Karena harus membiayai operasional yang lalu (lewat utang), pendapatanatau revenue yang sekarangdiperoleh digunakan untuk menutupi (biaya) yang lalu. Karena periode yang lalu selain tidak produktif, ya tentunya ada utang yang bertambah," terangnya.
"Ada kewajiban yang belum diselesaikan. Sehingga harus diselesaikan. Sementara kita harus juga tetap berjalan saat ini dan seterusnya ke depan. Sehingga itu yang kami bisa katakan belum fully recovery," tambah Roy.
Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Chairman of FAPRA (Federation of Asia-Pasific Retail Association ini juga menilai, meningkatnya penjualan online secara masif juga ikut mengganggu kondisi usaha ritel, meskipun tidak berdampak terlalu besar.
"Sebenarnya ini bukan dikotomi. Karena setiap usaha offline juga punya online. Setiap usaha online pun punya toko offline sekarang. Kita bisa lihat di beberapa mal, ada usaha online sudah buka toko," tandasnya.

