Kemenperin Sebut Aksi Boikot Produk Pro Israel Gerus Kinerja Industri Mamin
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin Merrijantij Punguan Pintaria menyebutkan aksi boikot produk pro Israel berdampak menurunkan kinerja industri makanan dan minuman (mamin).
Merrijantij yang biasa disapa Merri mengungkapkan,industri mamin mencatatkan pertumbuhan 4,47% pada 2023. Kinerja itu menurun dibandingkan tahun 2022 yang tumbuh 4,9%.
“Cukup berdampak ini menurunkan kinerja industri kita,” ucap Merri saat ditemui usai konferensi pers yang digelar di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2024).
Baca Juga
Kemenperin Bakal Kucurkan Rp 20 Miliar untuk Restrukturisasi Mesin Industri Mamin
Kendati demikian, menurut Merri aksi boikot terhadap produk yang disebut terafiliasi perusahaan Israel itu tidak sampai berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawan atau pekerja di Tanah Air.
“Dan industri masih mencoba untuk tidak merumahkan karyawannya, namun di satu sisi kalau ini berlangsung lebih panjang lagi, maka industri akan merumahkan karyawannya,” terangnya.
“Jadi harapannya aksi boikot ini karena yang bekerja di sektor ini adalah saudara kita se-Tanah Air. Ini bisa semakin berkurang ke depannya, tidak memaksa industri untuk merumahkan karyawannya,” tambah Merri.
Baca Juga
Tanpa Ditopang Air Mineral, Kinerja Industri Minuman 2023 Minus 2,6%
Sementara itu di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) Triyono Prijosoesilo mengungkapkan aksi boikot tersebut tidak berdampak signifikan menurunkan kinerja pertumbuhan untuk industri minuman.
“Kalau dampak enggak terlalu ke kita, jadi memang sangat spesifik ya. Jadi kalau secara industri agregat kelihatannya kita lebih fokus kepada menjaga daya beli, dan menjaga beban usaha itu terjaga lebih ke arah sana sih,” terang Triyono.

