Sebelum Izin Operasi Starlink Disetujui, Pemerintah Tanya Dulu Kelanjutan Investasi Tesla
Oleh Rezha Hadyan
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah diminta untuk mempertimbangkan kelanjutan rencana investasi Tesla Inc sebelum memberikan lampu hijau kepada Starlink untuk beroperasi sepenuhnya di Indonesia.
Executive Director Indonesia Information and Communications Technology (ICT) Institute Heru Sutadi mengatakan, kehadiran Starlink merupakan bagian dari rencana investasi pabrik mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) itu ke Indonesia. Seperti diketahui, Starlink adalah layanan internet berbasis satelit dari SpaceX, perusahaan milik Elon Musk.
Baca Juga
Starlink Masuk Indonesia, Kinerja Keuangan dan Saham Telkom (TLKM) Justru Bisa Moncer, Kok Bisa?
"Starlink ini kita lihat sebagai trade off ya, artinya tukar guling antara rencana investasi Tesla di Indonesia," katanya ketika dihubungi oleh investortrust.id pada Rabu (17/4/2024).
Namun, sampai kini, kabar mengenai kelanjutan investasi Tesla ke Tanah Air masih simpang siur. Padahal, Tesla sudah melakukan penjajakan dengan Pemerintah Indonesia sejak 2020 atau sudah sejak empat tahun lalu.
Alih-alih menanamkan modalnya ke Indonesia, Tesla justru diketahui akan membangun pabriknya di Thailand dan sudah melakukan survei lokasi. Thailand selama ini memang dikenal sebagai basis produksi mobil terbesar di Asia Tenggara.
Baca Juga
Pemerintah Ingin Starlink Hadir di Wilayah RI Tanpa Akses Internet
Tesla juga hingga kini belum membuka kantor dan jaringan pelayanannya di Indonesia. Perusahaan tersebut pada Oktober 2023 justru memilih untuk investasi kantor dan jaringan pelayanannya di Malaysia.
"Tesla ini akan berinvestasi di Indonesia apa enggak? Jadi kalau enggak berinvestasi di Indonesia kita yang agak dirugikan kalau Starlink hadir di Indonesia. Karena kita membuka [izin] Starlink ini agar Tesla investasi," ujar Heru.
Heru menyebutkan, pemerintah sebaiknya memberikan tenggat waktu kepada Elon Musk untuk memastikan apakah Tesla benar-benar akan berinvestasi di Indonesia atau tidak. Setelah ada kepastian tersebut, barulah pemerintah bisa memutuskan bagaimana nasib Starlink di Tanah Air.
Baca Juga
"Jadi perlu ada batas waktu lah, apakah itu enam bulan. Tesla serius enggak nih investasi di Indonesia? Mungkin izin dari Starlink perlu dievaluasi kembali," tegasnya.
Starlink merupakan layanan internet berbasis satelit orbit rendah (low orbit earth/LEO) dari SpaceX. Kelebihan dari layanan tersebut adalah latensi atau keterlambatan jaringan yang lebih kecil dibandingkan dengan starlit konvensional dengan orbit geostasioner (geostationary earth orbit/GEO) dan satelit LEO lainnya.
Mengutip laman resmi Starlink, latensi layanan internet tersebut tak lebih dari 20-60 milidetik dengan kecepatan unduh di kisaran 25 hingga 220 mbps. Kecepatan unggahannya mencapai 8 Mbps hingga lebih dari 25 Mbps.

