Pemerintah Tak Lagi Berharap Investasi Tesla, Apa Berharap Starlink?
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah tak lagi berharap investasi Tesla Inc masuk ke Indonesia.
Apalagi Tesla kemungkinan besar tidak lagi berniat untuk menambah fasilitas produksi atau pabrik baru dalam waktu dekat, termasuk di Indonesia. Sebab, pasokan mobil listriknya dari pabrik yang sudah ada sedang berlebih dipicu penurunan permintaan.
"Ya, mereka memang belum mau investasi saat ini di mana saja. Jadi saya ulangi di mana saja, karena memang dia punya mobil itu agak oversupply (kelebihan pasokan),” katanya dalam gelar wicara bertajuk ‘Ngobrol yang Paten-Paten Aja Bareng Menko Marinves’ yang dipantau secara daring pada Rabu (5/6/2024).
Baca Juga
Selain itu, Luhut mengungkapkan, pemerintah lebih tertarik dengan pabrikan otomotif Build Your Dream (BYD). Pabrikan mobil listrik asal China itu diketahui sudah menyatakan komitmennya untuk membangun pabrik di lahan seluas 108 hektare di Subang, Jawa Barat.
"Appetite kami untuk masuk ke Tesla itu sekarang sudah agak kurang, karena ada BYD. BYD dilihat secara kualitas juga bagus, harganya murah, modelnya bagus," ujarnya.
Melalui PT BYD Motor Indonesia, BYD secara resmi memasarkan produknya di Indonesia pada Januari 2024 lalu. Tiga mobil listrik BYD telah dijual di Tanah Air, yakni Dolphin, Atto 3 dan Seal.
Selain itu, BYD menggandeng PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) sedang membangun fasilitas perakitan bus listrik di Magelang, Jawa Tengah. Fasilitas tersebut merupakan usaha patungan (joint venture) VKTR dan Karoseri Trisakti di bawah naungan PT VKTR Sakti Industri.
Baca Juga
Kehadiran Elon Musk di Bali Dongkrak Pariwisata RI, Begini Kata Menparekraf
Walaupun demikian, pemerintah Indonesia tidak akan berputus asa untuk merayu Elon Musk agar berinvestasi di Indonesia, baik melalui Tesla atau perusahaannya yang lain.
Saat meluncurkan layanan Starlink di Denpasar, Bali, Minggu (19/5/2024), Musk sempat menyatakan bahwa perusahaan miliknya berencana untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Namun, dia tidak menyebut secara gamblang perusahaan apa yang dimaksud.
“Ke depan, dalam jangka waktu panjang, perusahaan saya memungkinkan, sangat memungkinkan, untuk berinvestasi di Indonesia,” katanya usai meluncurkan Starlink di salah satu pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di Denpasar, dikutip dari Antara.

