Ungkap Investor Asing Malas Masuk ke Indonesia, Anies Baswedan: Banyak Korupsi dan Birokrasi Jelimet
JAKARTA, investortrust.id - Calon Presiden Republik Indonesia nomor urut 1, Anies Baswedan mengungkap alasan mengapa investor asing malas masuk ke Indonesia. Pasalnya, terlalu banyak persoalan di negeri ini yang membuat investor asing tidak percaya untuk menanamkan modalnya.
Padahal, Anies menilai Indonesia membutuhkan banyak investasi, baik itu foreign direct investment (FDI) maupun portofolio seperti saham dan surat utang. Kedua jenis investasi tersebut menurutnya harus didorong untuk mengejar pertumbuhan ekonomi di atas 5,5-6,5%
“Kita berhadapan dengan kenyataan bahwa investor asing paham kondisi kita. Jadi kita gak bisa bohong soal ini. Misalnya inkonsistensi kebijakan, birokrasi yang jelimet, kemudian praktik korupsi yang faktanya masih terjadi,” kata Anies Baswedandalam acara Dialog Apindo Capres 2024, Roadmap Perekonomian Indonesia 2024-2029, di Jakarta, Senin (11/12/2023).
Lebih lanjut Anies memaparkan persoalan lainnya yang membuat investor asing malas masuk dikarenakan kekakuan dan iregularitas antara pusat dan daerah, serta infrastruktur pendukung yang dinilainya juga masih lemah.
Baca Juga
Untuk mengatasi hal ini, menurut Anies, Indonesia harus mulai dengan mengakui bahwa negara kita punya masalah dan melakukan koreksinya. Ia menyebut, yang paling utama adalah untuk mengembalikan kepercayaan terlebih dahulu.
“Jangan ditutup-tutupi, karena yang mau kita bangun dengan investor itu bukan peningkatan investasinya, tapi trust level. Indonesia harus mengembalikan trust level pada dunia, bukan semata-mata investasi,” tegas Anies.
Adapun strategi yang ditawarkan Anies untuk mengembalikan trust level adalah dengan menciptakan iklim kepastian hukum. Kemudian diterapkan juga konsistensi regulasi yang dibutuhkan dan keseriusan dalam memberantas korupsi.
Baca Juga
Ekonomi Indonesia Masih Timpang, Anies Baswedan Targetkan Satu Kemakmuran
“Bagaimana kita berharap investor masuk kalau indeks persepsi korupsi kita itu menurun? Dunia membutuhkan indeks persepsi korupsi yang meningkat dan keseriusan di dalam membereskan korupsi,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Selain itu, Anies juga menyoroti bahwa Indonesia tidak memiliki national guideline hampir di setiap aspek persoalan. Menurutnya, tidak bisa hanya membuat komitmen di level pusat, tapi harus diturunkan sampai ke daerah dan ada national guideline-nya. (CR-8)

