Erick Thohir Usul PMN Rp 44,24 Triliun untuk 16 BUMN
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 44,24 triliun kepada 16 perusahaan BUMN dalam rancangan APBN tahun 2025 mendatang.
Erick menjelaskan, 60% dari total porsi PMN yakni sebesar Rp 30,4 triliun yang diusulkan itu dialokasikan untuk menjalankan proyek penugasan.
"Di mana di situ terdiri dari penugasan Hutama Karya, Asabri, PLN, Bahana PUI, Pelni, KAI, RNI, Perumnas dan lain-lain," kata Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI di kompleks DPR, Jakarta, Selasa (19/3/2024).
Baca Juga
Negara Untung Bersih Rp 133,7 Triliun dari Selisih Dividen BUMN dan PMN
Kemudian, sebanyak 27% atau sebesar Rp 11,8 triliun dari total PMN yang diusulkan menurut Erick akan dialokasikan untuk pengembangan usaha. Ia menyebutkan BUMN yang disasar di antaranya Biofarma, Danareksa, dan PT PP.
Selenjutnya, 4% sisa PMN akan dialihkan untuk restrukturisasi perseroan. Dalam hal ini Erick menyebut Kementerian BUMN menyasar PT Wijaya Karya (Wika).
Berikut daftar 16 BUMN yang diusulkan menerima PMN pada APBN tahun 2025: Hutama Karya (Rp 13,86 triliun), Asabri (Rp 3,61 triliun), IFG-Bahana Pui (Rp 3 triliun), Pelni (Rp 2,5 triliun), Biofarma (Rp 2,21 triliun), Adhi Karya (Rp 2,09 triliun) dan Wijaya Karya (Rp 2 triliun).
Baca Juga
Disuntik PMN Rp 10 Triliun, PII Mampu Menjamin Proyek Infrastruktur Rp 474 Triliun
Kemudian, Len Industri (Rp 2 triliun), Danareksa (Rp 2 triliun), KAI (Rp 1,8 triliun), ID Food (Rp 1,62 triliun), PT PP (Rp 1,56 triliun), Perum Damri (Rp 1 triliun), Perumnas (Rp 1 triliun) serta INKA (Rp 976 miliar).
