Inka Usul Tambahan PMN Rp 965 Miliar untuk Pabrik di Banyuwangi
JAKARTA, investortrust.id – PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka mengusulkan tambahan penyertaan modal negara (PMN) tahun ini sebesar Rp 965 miliar untuk pengadaan fasilitas pabrik baru di Banyuwangi, Jawa Timur dengan luas area 83,49 ha.
“PMN yang Rp 965 miliar ini akan kami gunakan untuk pengembangan usaha serta peningkatan kapasitas dan kapabilitas pabrik di Banyuwangi,” kata Direktur Utama PT Inka, Eko Purwanto dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2024).
Baca Juga
Inka Group Lanjut Ekspor 105 Gerbong Barang ke Selandia Baru
Menurut Eko, selain bisa memenuhi kebutuhan untuk kereta api, tambahan PMN tersebut dapat digunakan untuk menaikkantingkat komponen dalam negeri (TKDN) produk Inka. “Juga untuk meningkatkan ekosistem industri perkeretaapian itu sendiri,” ujar dia.
Dia menambahkan, Inka juga memiliki pabrik di Madiun, Jawa Timur yang didirikan pada 18 Mei 1981 dengan luas area 22,5 ha. Inka per Desember 2023 menyerap tenaga kerja 4.207 orang.
“Sejak 2016, Inka membangun pabrik di Banyuwangi seluas 83,49 ha. Pabrik ini belum bisa beroperasi karena masih dalam bentuk bangunan. Jadi, fasilitas-fasilitas produksinya belum terpenuhi,” tutur Eko.
Baca Juga
KAI Commuter Borong 35 KRL dari Inka Senilai Rp 6,06 Triliun
Eko Purwanto mengungkapkan, jika tambahan PMN 2024 disetujui dan digunakan untuk mendukung fasilitas pabrik di Banyuwangi, Inka dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Selain itu, (PMN) ini akan mendukung dan mempercepat transformasi yang sedang dilakukan Inka terkait dengan peningkatan kualitas transformasi, peningkatan proses produksi, dan peningkatan kompetensi SDM,” papar dia.

