Hasil Pemilu AS Dorong Harga Emas Menguat Lebih dari 3%
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas dunia menguat mendekati US$ 4.065 per ons pada sesi awal perdagangan Asia, Kamis (5/11/2026), setelah dolar AS melemah menyusul hasil pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat (AS). Kenaikan lebih 3,60% menjadi penguatan harian terbesar sejak pertengahan Agustus 2025.
Pelaku pasar kini menanti data ketenagakerjaan AS periode September yang dijadwalkan dirilis Jumat (6/11/2026). Data tersebut akan menjadi salah satu petunjuk penting bagi pasar dalam membaca arah kebijakan suku bunga Federal Reserve AS.
Baca Juga
Harga Emas Melemah, Inflasi AS Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga
Harga emas kembali menembus level psikologis US$ 4.000 per ons setelah Partai Demokrat menyapu kemenangan dalam pemilihan paruh waktu AS. Partai tersebut merebut kendali atas Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), hasil yang ditafsirkan pasar dapat meningkatkan risiko kebuntuan politik dan membatasi ruang ekspansi fiskal lebih lanjut.
Hasil pemilihan tersebut turut menekan dolar AS hingga mencapai level terendah dalam lebih dari satu bulan pada perdagangan Rabu (4/11/2026). Pelemahan mata uang Negeri Paman Sam membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli dari negara lain sehingga permintaan terhadap logam mulia meningkat.
Kombinasi pelemahan dolar dan meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek fiskal AS kemudian mendorong investor kembali memburu aset yang dianggap lebih aman, termasuk emas.
Pasar Pantau The Fed
Pasar masih mencermati perkembangan inflasi dan harga minyak yang bertahan tinggi untuk memperkirakan langkah The Fed. Menurut alat CME FedWatch, pasar memperkirakan sekitar 82,7% kemungkinan perubahan suku bunga AS pada Desember.
Suku bunga yang lebih tinggi umumnya meningkatkan biaya peluang memegang emas. Sebaliknya, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dapat mendukung harga emas karena menurunkan daya tarik aset berbunga.
Kepala Solusi Multi-Aset Columbia Threadneedle untuk Amerika Utara, Joshua Kutin, mengatakan pasar mulai berharap perubahan arah kebijakan dapat membantu meredakan tekanan inflasi. “Secara lebih luas, kini ada harapan bahwa perubahan arah kebijakan akhirnya dapat membantu memerangi inflasi,” kata Kutin dilansir FXSTreet.
Baca Juga
Harga Emas Dunia Naik Tipis, The Fed Bayangi Pemulihan Logam Mulia
Menurut dia, harga minyak menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar. Namun, investor juga berharap para pembuat kebijakan dapat menangani tekanan harga yang masih tinggi secara lebih luas.
Analis Scotiabank menilai reli emas terjadi bersamaan dengan penguatan harga logam mulia lainnya. Harga emas naik hampir 3% dalam satu hari dan kembali berada di atas US$ 4.000 per ons, sementara harga perak melonjak hampir 5%.
“Kenaikan pada logam mulia dapat dikaitkan dengan kombinasi pergerakan dolar AS secara luas, serta kekhawatiran pelaku pasar terkait prospek fiskal AS,” tulis analis Scotiabank.
