Harga Emas Turun ke US$ 3.930, Investor Menanti Hasil Pemilu AS
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas dunia turun mendekati US$ 3.930 per troy ounce pada awal perdagangan sesi Asia, Rabu (4/11/2026), tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.
Pelaku pasar mencermati hasil pemilihan paruh waktu AS yang berpotensi memengaruhi kebijakan fiskal serta ketidakpastian terkait kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran.
Hasil pemilihan AS diperkirakan memberikan petunjuk mengenai keseimbangan kekuatan politik di Kongres AS. Sejumlah jajak pendapat dan analis independen lebih mengunggulkan Partai Demokrat untuk merebut kendali Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Republik. Sementara itu, persaingan untuk menguasai Senat masih belum pasti.
Baca Juga
Harga Emas Melemah, Inflasi AS Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga
“Kemenangan telak Partai Demokrat berpotensi menekan dolar AS dengan mempersulit pemerintah untuk meloloskan undang-undang, termasuk langkah-langkah terkait batas utang. Jika dolar jatuh, itu salah satu cara emas berpotensi mendapatkan dukungan,” kata Analis pasar Forex.com Fawad Razaqzada dilansir FXStreet.
Di tengah tekanan harga, permintaan emas dari bank sentral justru menunjukkan penguatan. Laporan World Gold Council (WGC) yang dirilis Selasa (3/11/2026) mencatat pembelian emas bersih bank sentral mencapai 321 ton pada kuartal III/2026, laju pembelian tercepat sejak akhir 2024. Namun, WGC memangkas proyeksi pertumbuhan investasi emas tahun ini menjadi 200 ton metrik dari perkiraan sebelumnya sebesar 400 ton.
Permintaan bank sentral selama ini menjadi salah satu faktor penting yang menopang pasar emas. Pembelian dalam jumlah besar menunjukkan bahwa sejumlah otoritas moneter masih mempertahankan emas sebagai bagian dari cadangan devisa dan strategi diversifikasi aset.
Commerzbank Sebut Koreksi Harga Emas Berlebihan
Analis Commerzbank menilai tekanan terhadap harga emas belakangan ini cukup besar dibandingkan perubahan fundamental pasar. Bank tersebut mencatat harga emas sempat turun 3,7% pada Jumat (30/10/2026) menjadi US$ 3.870 per troy ounce, level terendah dalam lebih dari setahun.
Penurunan tersebut memperpanjang koreksi harga emas sepanjang Oktober 2026 yang mencapai hampir 7%. Angka itu bahkan sedikit lebih besar dibandingkan penurunan yang terjadi pada September.
Baca Juga
Harga Emas Pulih ke US$ 3.950, Pasar Cermati Pemilu Paruh Waktu AS
Commerzbank mengaitkan tekanan harga terutama dengan perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS. Kinerja ekonomi AS yang dinilai masih kuat dan inflasi yang jauh di atas target bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) telah meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.
Meski demikian, Commerzbank menilai faktor suku bunga belum cukup menjelaskan besarnya penurunan harga emas. Setelah pertemuan The Fed pekan sebelumnya, bank sentral AS mempertahankan suku bunga sesuai perkiraan pasar.
Commerzbank pun menilai koreksi harga emas terlalu dalam dibandingkan faktor-faktor yang memengaruhinya. Bank tersebut menyatakan bahwa penurunan harga saat ini berlebihan dan tidak beralasan, sementara faktor-faktor yang mendukung kenaikan harga emas masih berlaku.
