Bahlil Ungkap Storage di Sumatra Bakal Tingkatkan Cadangan Minyak Nasional Jadi 60 Hari
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah akan membangun fasilitas penyimpanan minyak (storage) di sejumlah wilayah Sumatra sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional. Fasilitas itu dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas cadangan minyak mentah (crude oil) nasional dengan target penyimpanan yang mampu menopang kebutuhan energi hingga 60 hari.
Menteri Koordinator bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan rencana pembangunan storage itu menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas bersama dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Selasa (13/11/2026).
“Kita akan membangun storage di beberapa wilayah Sumatra. Jadi, ketika kita melakukan impor crude, semuanya bisa tertampung dengan kapasitas cadangan di atas 20 hari. Target kita bisa sampai 60 hari,” kata Bahlil seusai rapat.
Baca Juga
Pembangunan 'Oil Storage' Sumatra dari Investor India Belum Bergerak, Ini Kata ESDM
Bahlil menjelaskan pemerintah juga akan memastikan lokasi pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut memenuhi aspek keselamatan dan keamanan.
“Di akhir tahun ini, kita akan mulai mengecek lokasi dari sisi keamanan, baik dalam konteks potensi gempanya maupun keamanan lokalnya,” terangnya.
Menteri ESDM itu menyampaikan pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional secara bertahap agar dapat mendekati standar minimum dunia, yakni 90 hari atau tiga bulan.
Baca Juga
Bahlil Ungkap Alasan Minta Danantara Tak Terpengaruh Lobi soal Ekspor Listrik ke Singapura
“Storage-nya akan kita upayakan untuk mencapai standar minimum dunia. Standar minimum dunia itu kan 3 bulan atau 90 hari. Jadi, kita akan mendekati ke sana. Minimal kalau tidak sama, setidaknya mendekati angka tersebut,” jelas Bahlil.
