Pemerintah Kejar Cadangan Energi 60 Hari, 'Storage' Baru Disiapkan di Balikpapan hingga Cilacap
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah bakal mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan energi (storage) nasional guna memperkuat ketahanan energi di tengah dinamika pasokan global. Targetnya, kapasitas cadangan energi nasional dapat meningkat hingga mencapai 60 hari secara bertahap.
Wakil Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan saat ini kapasitas storage energi Indonesia masih berada di kisaran lebih 20 hari. Oleh karenanya, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas cadangan tersebut melalui pembangunan fasilitas baru serta revitalisasi storage yang sudah ada.
Baca Juga
Posko ESDM Idulfutri 2026 Dibuka, Pemerintah Pastikan Pasokan Energi Nasional Aman
“Untuk storage ini kita memiliki cadangan operasional dan cadangan strategis. Ke depan cadangan tersebut akan kita tingkatkan. Saat ini storage existing sekitar lebih dari 20 hari dan secara bertahap kita targetkan meningkat hingga 60 hari,” ujar Yuliot di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Dia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas storage dilakukan melalui berbagai proyek pengembangan di sejumlah kilang minyak nasional. Salah satu proyek yang sudah berjalan berada di Balikpapan. Di wilayah tersebut, pemerintah tidak hanya melakukan revitalisasi fasilitas penyimpanan yang ada, tetapi juga menambah kapasitas storage baru.
“Ini kalau di Balikpapan justru itu kan ada dua. Ini ada revitalisasi untuk storage yang ada. Juga ada penambahan 2 juta barel. Yang 1 juta sudah jadi, yang 1 juta lagi masih dalam penyelesaian konstruksi,” ungkapnya.
Selain Balikpapan, pemerintah juga mempertimbangkan pengembangan storage di beberapa lokasi strategis lain, seperti Cilacap dan Dumai. Menurut Yuliot, penentuan lokasi pembangunan storage akan dilakukan berdasarkan evaluasi prioritas kebutuhan energi nasional.
Baca Juga
Prabowo Perintahkan Bangun Storage Baru Perkuat Ketahanan Energi
“Jadi untuk ini sesuai dengan kebutuhan, mungkin itu nanti kita tingkatkan untuk Cilacap. Untuk Dumai itu kan merupakan jalur kilang di dalam negeri. Ini akan kita lihat lokasinya, akan kita tetapkan. Yang mudah-mudahan ini dari evaluasi secara prioritas mana yang lebih duluan,” sebut Yuliot.
Dia menegaskan bahwa fasilitas storage yang dibangun nantinya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan operasional distribusi energi, tetapi bagian dari cadangan penyangga energi nasional. “Storage ini digunakan untuk dua hal, yaitu cadangan operasional sekaligus cadangan penyangga energi,” ucapnya.

