Pembangunan 'Oil Storage' Sumatra dari Investor India Belum Bergerak, Ini Kata ESDM
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan rencana pembangunan oil storage atau fasilitas penyimpanan minyak di Sumatra belum menunjukkan perkembangan berarti. Hingga kini, pemerintah juga belum melanjutkan pembahasan dengan calon investor yang sebelumnya sempat menyatakan minat.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, proyek pembangunan storage minyak tersebut masih belum bergerak.
Baca Juga
"Belum. Belum," kata Laode saat ditanya mengenai progres pembangunan oil storage Sumatra, Rabu (22/7/2026).
Laode menjelaskan, sebelumnya terdapat investor dari India yang menyampaikan ketertarikan untuk bekerja sama dalam pengembangan fasilitas penyimpanan minyak nasional. Kerja sama tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat kapasitas cadangan energi, tetapi mendukung ketahanan pasokan PT Pertamina (Persero).
"Kan dulu ada investor dari India mereka bermaksud kerja sama bagaimana meningkatkan reserve atau stok untuk Pertamina. Jadi selain dia kerja sama bagaimana memperkuat Pertaminanya juga dia bekerja sama untuk memperkuat storagenya," ungkap dia.
Kendati demikian, pembahasan tersebut hingga kini belum berlanjut. "Itu waktu itu, tapi sekarang kan seperti saya bilang tadi belum ada pembahasan lagi lebih lanjut," kata Laode.
Menurut dia, selain investor tersebut terdapat negara lain yang juga sempat menjajaki peluang investasi serupa. Namun, Laode belum bersedia mengungkapkan identitas calon investor tersebut.
"Ada. Negara mana saja? Nanti ya saya kasih tahu, karena yang baru diskusi kan dari India itu. Sebenarnya India ini investornya dari Inggris, orangnya saja yang India," sebutnya.
Baca Juga
Laode menilai, tidak ada kendala mendasar yang menghambat pembangunan fasilitas penyimpanan minyak di Indonesia. Persoalannya lebih kepada belum adanya investor yang benar-benar siap merealisasikan investasi dalam waktu dekat.
"Tantangannya ya sebenarnya enggak ada tantangan sih, cuma memang belum ada yang benar-benar serius ingin melakukan itu dalam waktu cepat," tegas Laode.
