Fokus Kemanusiaan, ESDM Belum Umumkan Publikasi Tambang Ilegal Penyebab Banjir Sumatra
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan untuk saat ini masih belum akan mempublikasikan hasil kajian tambang ilegal yang diduga menjadi penyebab banjir dan tanah longsor di Sumatra.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian ESDM Rilke Jeffri Huwae menyampaikan, alasan penundaan publikasi kajian ini karena pemerintah ingin masyarakat fokus terhadap misi kemanusiaan di daerah terdampak bencana, yakni di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Kita sudah kaji. Namun belum bisa menyampaikan produk itu untuk kemudian menjadi bahan perbincangan di publik,” kata Jeffri saat ditemui di kantor BPH Migas, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Baca Juga
Harga LPG 3 Kg di Aceh Melonjak, Pertamina Tambah Pasokan dan Gelar Operasi Pasar
Menurut dia, yang terpenting saat ini adalah memberikan dukungan dan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana. Setelah situasi menjadi lebih baik, baru bisa beralih ke hal-hal lain, seperti mengevaluasi penyebab terjadinya bencana.
“Penegakan hukum itu penting dan wajib dilakukan, tetapi melihat momentumnya dulu. Sebagai bangsa kita selesaikan dulu masalah kemanusiaan. Kalau kita di dalam persoalan bangsa ini, masalah-masalah kemanusiaan belum kita selesaikan, terus kita cari siapa yang paling bersalah dan sebagainya, saya kira itu bukan keputusan yang terbaik,” ujarnya.
Kendati demikian, Jeffri sempat menyinggung soal keberadaan tambang emas Martabe yang nyaring dibicarakan pasca-bencana yang menimpa wilayah Sumatra. Dia menyampaikan, saat ini pihaknya sedang mengevaluasi operasional tambang tersebut, termasuk kepatuhan pengelola tambang emas Martabe terhadap prinsip good minning practice.
“Teman-teman bisa lihat sendiri bagaimana DAS (daerah aliran sungai)-nya itu, bagaimana Martabe itu, jaraknya berapa dan sebagainya. Kami sudah buat kajian,” jelas Jeffri.
Baca Juga
Rekor, Hanya Sepekan PLN Berhasil Bangun Pembangkit Listrik di Banda Aceh
Sebelum ini, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyampaikan bahwa Direktur Teknik Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM turut ambil bagian dalam audit lingkungan terhadap tambang emas Martabe tersebut yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
“Jadi dari tim teknik lingkungan ESDM dan juga dengan teman-teman di lingkungan (KLH), lagi turun untuk melihat bagaimana operasionalisasi, terutama pertambangan di daerah bencana,” ucap Yuliot.

