ICA-CEPA akan Berlaku, RI Siapkan Produk Unggulan untuk Dongkrak Ekspor ke Kanada
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong peningkatan ekspor berbagai produk unggulan Indonesia ke Kanada seiring implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) pada 1 Desember 2026.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Fajarini Puntodewi mengungkapkan, sejumlah produk yang berpotensi digenjot meliputi turunan kelapa sawit, makanan dan minuman (mamin), furnitur, peralatan mesin, hingga produk elektronik.
Fajarini mengatakan, produk turunan kelapa sawit masih menjadi salah satu komoditas ekspor utama Indonesia ke Kanada. Selain itu, produk makanan dan minuman serta furnitur juga memiliki peluang untuk terus dikembangkan di pasar tersebut.
"Yang paling besar ini turunan sawit masih. Termasuk makanan minuman, furnitur juga ada," ujar Fajarini saat ditemui seusai acara kerja sama Kemendag dengan TFO Kanada di Kantor Kemendag, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Baca Juga
Kemendag Bidik Pangsa Pasar Kerajinan RI di Kanada Naik Jadi 3,1% pada 2027
Selain ketiga kelompok produk tersebut, ekspor Indonesia ke Kanada juga ditopang oleh produk peralatan mesin dan elektronik. Kemendag melihat berbagai sektor tersebut memiliki peluang untuk diperluas pemasarannya melalui pemanfaatan perjanjian perdagangan antara kedua negara.
Pemberlakuan ICA-CEPA diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi produk nasional untuk meningkatkan penetrasi di pasar Kanada. Kemendag pun mendorong pelaku usaha Indonesia memanfaatkan peluang perdagangan tersebut untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk.
Tidak hanya produk manufaktur dan turunan sawit, Kemendag juga memberikan perhatian terhadap pengembangan ekspor produk kerajinan dan furnitur. Dalam hal ini, Kemendag menjalin kerja sama dengan Trade Facilitation Office (TFO) Kanada untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kendati demikian, Fajarini menyebutkan pihaknya belum menetapkan secara rinci target peningkatan ekspor ke Kanada setelah ICA-CEPA berlaku. Kemendag berencana menyampaikan proyeksi perdagangan ke depan, termasuk dengan negara-negara mitra yang telah memiliki perjanjian CEPA dengan Indonesia.
"Targetnya nanti saja ya. Nanti kita, sebelum akhir tahun, itu kan kita mau rilis nih kira-kira proyeksi kita ke depan itu seperti apa, gitu. Termasuk dengan negara-negara yang kita punya CEPA-nya. Nah, kita belum hitung. Nanti kalau aku ngomong nanti salah lagi ya," ungkapnya.
