Astra Bawa Produk Unggulan 25 Desa dan UMKM ke Trade Expo Indonesia 2026, Bidik Pasar Ekspor
Poin Penting
|
TANGERANG, Investortrust.id – PT Astra International Tbk (Astra) membawa produk unggulan dari 25 Desa Sejahtera Astra serta tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan ke Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 untuk memperluas akses pasar ekspor. Dalam pameran yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Astra juga menampilkan puluhan produk unggulan lokal yang berpotensi menembus pasar internasional.
Produk-produk tersebut dipamerkan melalui stan Astra dan stan Desa BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor atau DBE Kementerian Perdagangan (Kemendag). Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya Astra memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pembeli dari berbagai negara.
Executive in Charge Astra, Boy Gemino Kalauserang mengungkapkan, pengembangan UMKM merupakan salah satu upaya perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui perluasan pasar, termasuk ke luar negeri.
“Astra percaya bahwa UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk melalui penetrasinya di pasar ekspor. Karena itu, Astra terus mendukung pengembangan UMKM agar dapat membuka peluang pertumbuhan usaha yang lebih luas dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Boy Gemino dalam keterangan resmi, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga
Astra Bangun Amfiteater di Desa Adat Kemiren, Perkuat Wisata Budaya Osing dan Ekonomi Warga
Untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha menghadapi persaingan global, menurut Boy Gemino, Astra menjalankan program pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui program Desa Sejahtera Astra Export Champion yang dilaksanakan bersama Kemendag dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Dia menjelaskan, program tersebut mencakup kurasi produk, pelatihan ekspor, matrikulasi atau pemetaan dan penguatan kompetensi, hingga business pitching (presentasi bisnis) dan business matching (penjajakan kemitraan bisnis). Tahapan ini dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk sekaligus mempertemukan mereka dengan calon pembeli dan mitra dagang.
Dalam TEI 2026, kata Boy Gemino, sedikitnya 30 peserta menampilkan produk di stan Astra, terdiri atas 20 Desa Sejahtera Astra dan 10 UMKM binaan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) serta Grup Astra. Selain itu, tujuh Desa Sejahtera Astra turut memamerkan produk di stan DBE Kemendag. Sebanyak 25 produk UMKM binaan Astra dan YDBA lainnya juga dipajang di stan Astra.
Dia menerangkan, produk yang ditampilkan mencakup beragam komoditas unggulan daerah, mulai kopi, teh, kakao, hingga aneka makanan dan minuman olahan. Untuk komoditas kopi, misalnya, terdapat biji kopi hijau (green bean coffee) dan kopi bubuk jenis Arabika serta Robusta dari Desa Sejahtera Astra di Bajawa, Cikoneng, Takengon, Cikajang, Agam, Lampung Barat, Pagar Alam, dan Pakenjeng, Garut.
Boy menambahkan, produk kopi juga berasal dari UMKM binaan Astra, antara lain Mucrova Indonesia, Koperasi Marangkai Sejahtera, CV Banyu Hitam Abadi, dan PT Bibit Baik Indonesia. Adapun produk teh mencakup teh daun lepas (loose leaf tea), teh artisan (artisan tea), dan campuran teh (tea blend) dari PT Tiga Ekarasa Harmoni melalui merek Teapotto, serta PT Tsurayaa Pratama Intl yang merupakan UMKM binaan YDBA.
Baca Juga
Dukung 3 Juta Rumah, Astra (ASII) Bangun 2.000 Rusun dan Renovasi 3.250 Hunian
Untuk komoditas kakao, produk yang ditampilkan meliputi biji kakao fermentasi (fermented cocoa beans), pecahan biji kakao (cocoa nibs), dan pasta kakao (cocoa paste). Produk tersebut berasal dari Desa Sejahtera Astra di Tabanan, Sikka, dan Berau, serta PT Windah Berkah Sejahtera.
Astra juga menghadirkan beragam produk olahan pangan dan minuman, seperti minuman herbal, gula kelapa, bumbu cair berbahan kelapa (coconut aminos), mentega (butter), gelato, keripik tempe, abon, dan kukis (cookies). “Produk-produk tersebut berasal dari UMKM binaan YDBA, Desa Sejahtera Astra, dan Grup Astra,” tutur dia.
Menurut Boy Gemino Kalauserang, beragam produk lokal tersebut disiapkan untuk menjangkau pasar internasional, antara lain Singapura, Jepang, Belanda, Vietnam, Italia, Tiongkok, India, Argentina, Bahrain, Spanyol, Thailand, Kaledonia Baru, Taiwan, Aljazair, Inggris, Amerika Serikat (AS), Australia, dan Prancis.
Dia mengatakan, partisipasi Astra dalam TEI bukan kali pertama dilakukan. Perusahaan mulai mengikuti pameran tersebut pada 2018 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menuju Dubai Expo 2020. Sejak 2022, Astra telah melibatkan lebih dari 50 pelaku usaha, termasuk UMKM dan Desa Sejahtera Astra, selama empat tahun berturut-turut.
Dari rangkaian partisipasi tersebut, kata Boy Gemino, total nilai kontrak dan transaksi yang dicatatkan para pelaku usaha binaan Astra mencapai lebih dari US$24,29 juta atau setara sekitar Rp400 miliar. Pembeli berasal dari berbagai negara, termasuk AS, Kanada, Belanda, Jerman, Nigeria, Uni Emirat Arab, Malaysia, Jepang, dan Australia.
Baca Juga
Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango Kembangkan Wisata dan Bisnis Produk Lokal Berbasis Alam
Capaian tersebut memperlihatkan potensi program pendampingan dalam membuka akses perdagangan lintas negara bagi pelaku usaha lokal. “Melalui partisipasi dalam pameran perdagangan internasional, Astra berupaya mempertemukan produk binaannya dengan pasar yang lebih luas sekaligus mendorong peningkatan kapasitas usaha Masyarakat,” papar dia.
Menuju 70 Tahun Astra
Boy Gemino Kalauserang menegaskan, upaya pengembangan UMKM dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan Astra menjelang usia ke-70 pada 20 Februari 2027. Memasuki usia tersebut, Astra mengusung tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” sebagai cerminan komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Sedikitnya 16 juta masyarakat telah menerima manfaat dari berbagai inisiatif sosial Astra di sejumlah daerah. Salah satunya melalui program Desa Sejahtera Astra yang telah menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi. Program tersebut mencakup pengembangan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.
“Melalui berbagai inisiatif itu, Astra mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dan kemandirian ekonomi daerah,” kata dia.
Boy Gemino mengungkapkan, komitmen tersebut sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa serta dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs) di Indonesia. Pengembangan produk unggulan daerah dan perluasan pasar ekspor menjadi salah satu jalur yang ditempuh perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
