Kadin Indonesia Susun 3 Rekomendasi Strategis Rapimnas 2026, Siap Disampaikan kepada Presiden
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merangkum tiga poin utama rekomendasi hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 sebagai langkah konkret dunia usaha dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyampaikan bahwa ketiga fokus utama tersebut disusun untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan para pelaku usaha dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
"Fokus dari tiga rekomendasi Rapimnas Kadin 2026 ini adalah penjabaran bahwa pemerintah dan dunia usaha perlu bersama-sama membuat 'bantalan' dalam menghadapi krisis," ujar Anindya dalam Konferensi Pers Penutupan Rapimnas Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga
Kadin Siap Jadi Verifikator Data Ekspor untuk Danantara Sumberdaya Indonesia
Selain penciptaan bantalan ekonomi, Anindya menyoroti dua poin krusial lainnya, yaitu jaminan ketersediaan bahan baku. Dalam hal ini, memastikan pasokan bahan baku industri tetap terjaga dengan baik guna mendorong dan meningkatkan kinerja ekspor nasional.
Kemudian, penguatan Buy from Indonesia. Mendorong investasi domestik serta memastikan aktivitas ekspor dan penanaman modal terus berjalan secara optimal.
Siap Bertemu Presiden dan Bawa Masukan dari Daerah
Hasil rekomendasi Rapimnas Kadin 2026 rencananya akan diserahkan langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Anindya mengonfirmasi bahwa pihak Kadin Indonesia telah mendapatkan informasi dari Sekretaris Kabinet (Seskab) terkait agenda audiens tersebut.
"Sampai sekarang kita mendapat konfirmasi dari Pak Seskab bahwa perwakilan Kadin akan diterima oleh Pak Presiden hari Sabtu besok (31/10/2026) untuk menyampaikan hasilnya," ungkap Anindya.
Ia menambahkan bahwa pertemuan ini sangat penting untuk mewujudkan semangat Indonesia Incorporated, yaitu semangat gotong royong antara pemerintah dan dunia usaha. Rekomendasi yang disusun juga diklaim murni mencerminkan kondisi riil di lapangan, mengingat Kadin sebelumnya telah menggelar Rapimprof (Rapat Pimpinan Provinsi) secara serentak di berbagai daerah pada 24 September lalu.
Baca Juga
Incar Pasar Baru, Kadin Indonesia Tandatangani MoU dengan Mongolia
Kadin Tetap Optimis Terhadap Iklim Investasi Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi, dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia Bobby Gafur Umar menegaskan optimismenya terhadap iklim investasi di Tanah Air. Bobby menepis isu negatif yang menyebutkan bahwa Indonesia kurang menarik bagi penanaman modal.
Menurutnya, capaian realisasi investasi nasional yang disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani hingga kuartal ketiga telah sesuai dengan target yang ditetapkan.
"Isu mengenai bahwa Indonesia tidak bagus untuk investasi atau penanaman modal itu terbukti tidak ada. Investasi, terutama yang berada di bawah Kementerian Investasi, sifatnya jangka panjang seperti pembangunan pabrik, pembangkit listrik, hingga hilirisasi," tegas Bobby.
Sinergi masukan dari Kadin Daerah dan asosiasi usaha ini diharapkan menjadi pondasi kuat bagi pemerintah dan pelaku industri dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
