Penjualan Antam (ANTM) Tembus Rp 88,48 Triliun, Emas Sumbang 77%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam membukukan penjualan bersih sebesar Rp 88,48 triliun sepanjang Januari–September 2026, meningkat 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 72,03 triliun. Produk emas masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan emiten pertambangan pelat merah tersebut.
Berdasarkan kinerja sembilan bulan pertama 2026, penjualan domestik Antam mencapai Rp 83,86 triliun atau setara 95% dari total penjualan bersih perseroan. Angka tersebut tumbuh 21% secara tahunan, ditopang penyerapan pasar dalam negeri terhadap komoditas emas, bijih nikel, dan bauksit.
Baca Juga
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira mengatakan, pertumbuhan penjualan turut diikuti perbaikan profitabilitas dan penguatan posisi kas perseroan.
“Capaian tersebut didukung oleh pengelolaan modal kerja yang efektif, pengendalian biaya yang disiplin, serta penerapan manajemen risiko yang terukur, sehingga Antam dapat menjaga fundamental keuangan yang solid secara berkelanjutan,” ujar Arini dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Dari sisi komoditas, emas menyumbang 77% terhadap total penjualan Antam dengan nilai Rp 68,41 triliun, meningkat 17% dibandingkan Rp 58,67 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Volume penjualan emas mencapai 25.217 kilogram (kg) atau setara 810.745 troy ounce, sementara produksi emas dari tambang perseroan tercatat sebanyak 634 kg.
Sementara itu, segmen nikel yang mencakup bijih nikel dan feronikel menyumbang 19% terhadap total penjualan dengan nilai Rp16,98 triliun, melonjak sekitar 52% dibandingkan Rp 11,15 triliun pada Januari–September 2025. Produksi bijih nikel Antam mencapai 12,16 juta wet metric ton (wmt), sedangkan volume penjualannya tercatat sebesar 10,73 juta wmt.
Untuk komoditas feronikel, volume produksi mencapai 11.638 ton nikel dalam feronikel (TNi). Adapun penjualan feronikel melonjak 71% menjadi 13.971 TNi, dibandingkan 8.182 TNi pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Nikel Mengerek Laba Antam, Target Harga Saham ANTM Kian Menggiurkan
Di sisi lain, segmen bauksit dan alumina berkontribusi sekitar 3% terhadap total penjualan Antam dengan nilai Rp 2,64 triliun, meningkat 35% dari Rp 1,95 triliun. Produksi bijih bauksit mencapai 2 juta wmt, sementara volume penjualannya tumbuh 49% menjadi 1,64 juta wmt dari sebelumnya 1,10 juta wmt.
Adapun produksi chemical grade alumina (CGA) meningkat 14% menjadi 153.399 ton dari 134.224 ton pada sembilan bulan pertama 2025. Sejalan dengan itu, penjualan alumina naik 9% menjadi 146.642 ton, dibandingkan 134.768 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
