Saat Penumpang Tidur, Petugas LRT Jabodebek Periksa Alarm Gempa hingga Sambungan Rel
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Saat penumpang beristirahat pada malam hari, petugas LRT Jabodebek melakukan pemeriksaan dan perawatan prasarana jalur pada pukul 00.00–04.00 WIB. Pemeriksaan ini mencakup berbagai komponen, mulai sistem deteksi dampak gempa hingga sambungan rel.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika menyatakan, pemeriksaan dan perawatan prasarana dilakukan secara rutin untuk menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan pada jalur sepanjang sekitar 43 kilometer (km).
“Keselamatan pengguna dan perjalanan LRT Jabodebek menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan transportasi publik. Untuk itu, kondisi prasarana jalur perlu dijaga melalui pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan secara rutin dan terencana,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (26/10/2026).
Baca Juga
KAI Uji Coba Lagi Perjalanan LRT Jabodebek di 05.30 WIB, Cek Jadwalnya
Salah satu komponen yang diperiksa adalah Seismic Detection Alarm System (SDAS), yaitu sistem yang memberikan informasi terkait dampak getaran gempa terhadap prasarana. Informasi dari sistem tersebut menjadi acuan bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Petugas juga memeriksa sambungan rel yang menggunakan teknik pengelasan flash butt dan thermit, pelat sambung, serta buffer stop atau pembatas di ujung jalur.
Selain itu, pemeriksaan harian meliputi pengukuran lebar rel 1.435 mm menggunakan alat matisa, pelumasan jalur lengkung, pemeliharaan drainase dan lingkungan terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3), perawatan jalur beton, fastening system atau sistem penambat rel, serta safety fence atau pagar pengaman.
Pemeriksaan geometri jalur lengkung juga dilakukan untuk mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian pada kondisi jalur.
Di luar pemeriksaan harian, lanjut Radhitya, LRT Jabodebek melakukan pemeriksaan berkala sesuai jadwal pemeliharaan yang ditetapkan. Pemeriksaan tersebut mencakup wesel, guard rail atau pelindung rel, kondisi dan usia penambat, plinth track atau struktur beton pendukung jalur, serta clamping device atau perangkat penjepit.
Petugas turut memeriksa aspek K3, drainase dan lingkungan, kondisi dahan pohon, serta struktur bawah jalur (substructure).
Baca Juga
Radhitya menuturkan, pemeriksaan tersebut bertujuan menilai kondisi prasarana, mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian pada komponen jalur, serta menentukan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan teknis yang berlaku.
“Keandalan transportasi publik tidak hanya bergantung pada pengoperasian kereta, tetapi juga pada kondisi prasarana yang menunjang perjalanan. Pemeliharaan jalur dan komponen pendukungnya menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan LRT Jabodebek untuk mobilitas harian,” pungkas dia.
