LRT Jabodebek 'Fogging' Sejumlah Area Operasional Cegah Penyebaran DBD
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Divisi LRT Jabodebek melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah area operasional dan fasilitas pendukung untuk mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk aedesaegypti (vektor utama penular virus dengue) memasuki musim hujan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (30/11/2026) hingga Minggu (1/11/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan populasi nyamuk yang berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD).
Sejumlah area yang menjadi sasaran fogging meliputi kantor operation control center (OCC), area stabling, fasilitas perawatan sarana, kantor LRT Jabodebek, mess pekerja, serta sejumlah kantor UPT LRT Jabodebek.
Baca Juga
Mulai Besok LRT Jabodebek Uji Coba Jadwal Baru, Bisa Kejar Whoosh dari Halim
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika menyampaikan, kesehatan lingkungan kerja menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kesiapan pekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Memasuki musim hujan, LRT Jabodebek meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perkembangbiakan nyamuk. Melalui kegiatan fogging dan sosialisasi kepada pekerja, LRT Jabodebek berupaya menjaga lingkungan kerja tetap sehat serta mendukung kesiapan pekerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (3/11/2026).
Selain melakukan pengasapan, petugas kesehatan yang mendampingi kegiatan tersebut juga memberikan sosialisasi kepada pekerja mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan tidak terdapat genangan air.
Radhitya menilai, upaya menjaga kesehatan lingkungan kerja perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada pelaksanaan fogging.
Pelaksanaan fogging juga dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan pekerja dan lingkungan. Selama kegiatan berlangsung, pekerja diimbau mengosongkan area yang menjadi lokasi pengasapan dan menghindari area tersebut hingga dinyatakan aman untuk digunakan kembali.
Pekerja juga diminta mengamankan makanan, minuman, obat-obatan, dan barang pribadi agar tidak terpapar bahan fogging. "Dengan lingkungan kerja yang lebih sehat dan kesiapan pekerja yang terjaga, diharapkan dapat terus mendukung pelayanan LRT Jabodebek yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat," tutup Radhitya.
Berdasarkan data surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, puncak kasus DBD terjadi pada Maret 2026. Tren kasus terus menunjukkan penurunan setelah April 2026.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyatakan, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 58 kasus pada Oktober 2026, menurun dibandingkan September 2026. Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Kasus tahun ini sekitar 16,5% lebih rendah dibandingkan 2025 dan sekitar 38,4% lebih rendah dibandingkan 2024,” kata Ani dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026) lalu.
Baca Juga
Saat Penumpang Tidur, Petugas LRT Jabodebek Periksa Alarm Gempa hingga Sambungan Rel
Ani menuturkan, Dinkes DKI Jakarta telah melakukan sejumlah upaya untuk menekan angka kasus, mulai dari penguatan surveilans dan kewaspadaan dini, penyelidikan epidemiologi terhadap kasus yang dilaporkan, hingga pengendalian vektor berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi.
Selain itu, penguatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus dan peran juru pemantau jentik (Jumantik) terus dilakukan, disertai upaya memastikan deteksi serta tata laksana pasien secara cepat di puskesmas dan rumah sakit.
