Bukan Perang Harga, Wamen Ekraf Ungkap Kunci Brand Lokal Kuasai Pasar Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong para pelaku usaha di Indonesia untuk tidak terjebak dalam perang harga di pasar domestik, melainkan fokus menonjolkan otentisitas dan potensi bahan baku lokal agar mampu bersaing di kancah internasional.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan bahwa Indonesia memiliki keunggulan kompetitif (Unique Selling Proposition/USP) yang sangat kuat, khususnya pada ketersediaan bahan baku herbal alami yang telah dimanfaatkan oleh nenek moyang secara turun-temurun.
"Di Indonesia ini kita tidak perlu perang harga, tetapi yang harus kita keluarkan adalah otentisitas kita, baik dari kepribadian pemilik brand maupun sebagai bangsa. USP kita ada pada bahan baku," ujar Irene dalam sesi talkshow interaktif bertajuk 'Local Roots on The Rise: How Local Brands Win the Market di di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Irene juga menyoroti pentingnya kebijakan hilirisasi yang dicanangkan Presiden. Menurutnya, hilirisasi sangat krusial untuk memastikan akses terhadap bahan baku hingga pengemasan (packaging) tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, melainkan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Guna mendukung hal tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif tengah menggalang pendataan potensi ekonomi kreatif secara nasional untuk menemukan berbagai keunikan lokal (hidden gems) yang tersebar dari Sumatra, Kalimantan, hingga Jawa.
Lebih lanjut, Irene juga menekankan pentingnya kolaborasi dan konektivitas antarpelaku usaha lokal. Ia menceritakan pengalaman ketika kementeriannya membantu menghubungkan sesama pelaku kreatif di daerah yang ternyata berdomisili berdekatan namun belum saling mengenali.
"Jangan hanya stuck di screens, yuk kita jalan kaki mengelilingi kota karena banyak sekali hidden gems yang ada di sekitar kita. Kolaborasi antar-lintas sektor itu sangat penting," tambahnya.
Baca Juga
Wamenekraf: Ekonomi Kreatif Jadi Strategi Perkuat Kelas Menengah
Meluncurkan Gerakan "I-Beauty" dan Menembus Pasar Internasional
Terkait tantangan di pasar global, Irene mengimbau para pelaku usaha untuk mengubah pola pikir (mindset) mengenai ekspor. Di era digital dan media sosial saat ini, ekspor tidak lagi selalu diidentikkan dengan pengiriman skala besar seperti satu kontainer. Pelaku usaha diminta tidak hanya membidik 280 juta pasar domestik, melainkan mengincar potensi 8 miliar konsumen dunia.
Sebagai langkah nyata mendorong industri kecantikan lokal ke panggung dunia, dalam kesempatan tersebut dicetuskan inisiatif "I-Beauty: From Indonesia to the World". Gerakan ini diharapkan dapat memosisikan produk kecantikan asal Indonesia sejajar dengan tren global lainnya seperti K-Beauty.
Baca Juga
Kemenhan Evaluasi Pengawasan Latsarmil Komcad Usai Wafatnya ASN Kemenekraf
Untuk merealisasikan visi tersebut, pemerintah mengandalkan sinergi dengan platform digital, salah satunya adalah Shopee.
"Shopee juga tentunya membuka gerbongnya, kita ada beberapa kolaborasi yang akan kita lakukan," tutur Irene.
