Bali Tech Week 2026 Tetapkan 4 Agenda, Indonesia Perkuat Kedaulatan Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menetapkan empat agenda aksi untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Agenda tersebut merupakan tindak lanjut Bali Tech Week 2026, mulai dari pemetaan infrastruktur hingga penyelarasan regulasi dan investasi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria mengatakan bahwa hasil forum perlu diterjemahkan menjadi rencana kerja konkret. Pemerintah akan melibatkan BUMN, industri, perguruan tinggi, dan komunitas teknologi dalam pelaksanaannya.
“Forum yang baik tidak hanya diukur dari ramainya diskusi ataupun dinamisnya perbincangan, melainkan dari apa yang akan kita kerjakan setelahnya,” ujar Nezar dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).
Nezar menilai kedaulatan digital semakin penting seiring perkembangan ekonomi berbasis kecerdasan artifisial (AI). Indonesia perlu memiliki kendali atas infrastruktur, data, kapasitas komputasi, serta talenta yang menopang ekosistem digital.
“Indonesia tetap terbuka pada kolaborasi global, teknologi global, dan juga investasi global. Namun, keterbukaan itu harus berjalan bersama kemampuan untuk menjaga dan mengendalikan hal-hal yang strategis bagi bangsa,” tegasnya.
Agenda pertama adalah menyusun pemetaan infrastruktur dan teknologi digital nasional dalam 30 hari ke depan. Dokumen tersebut akan merangkum hasil diskusi Bali Tech Week 2026 dan mencakup jaringan serat optik, kabel laut, hingga satelit.
Pemetaan ini diharapkan membantu pemangku kepentingan mengenali kebutuhan pengembangan, tantangan konektivitas, serta peluang optimalisasi infrastruktur yang sudah tersedia. Kemkomdigi juga akan mendorong proyek percontohan atau proof of concept untuk mempertemukan pemerintah dan industri dalam mengadopsi teknologi digital.
Baca Juga
Di Bali Tech Week, Menkomdigi RI-Malaysia Bahas Perlindungan Anak di Ruang Digital
Agenda kedua tersebut akan melibatkan BUMN, korporasi, dan UMKM dengan target serta jadwal pelaksanaan yang jelas. Pemerintah ingin memastikan pembangunan infrastruktur tidak berhenti pada penyediaan jaringan, tetapi juga menghasilkan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian.
Agenda ketiga berfokus pada pengembangan talenta dan inovasi AI melalui kolaborasi industri, perguruan tinggi, lembaga riset, dan komunitas. Sementara itu, agenda keempat mencakup penyelarasan regulasi dan investasi agar kebijakan tetap relevan dengan perkembangan teknologi.
Nezar mencontohkan perkembangan satelit orbit rendah atau Low Earth Orbit (LEO) yang berpotensi membantu mengatasi kendala jaringan di wilayah 3T, kawasan maritim, dan perbatasan.
“Regulasi harus bisa merespons perkembangan teknologi. Ada banyak hal yang mungkin belum tersentuh oleh regulasi saat ini, padahal bisa memperkuat ekosistem teknologi satelit,” ujar mantan jurnalis senior itu.
Keempat agenda tersebut sejalan dengan tiga pilar Bali Tech Week 2026, yakni Sovereign Digital Infrastructure, Sovereign Intelligence and Impact, serta Sovereign Trust and Risk Alliance. Kemenkomdigi menargetkan tindak lanjut lintas sektor ini dapat memperkuat infrastruktur digital, pemanfaatan AI, dan ekosistem teknologi yang aman serta tepercaya.
