Kemenkomdigi: Spektrum Murah Jadi Kunci Percepatan Investasi Jaringan 5G
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menilai biaya spektrum frekuensi yang terjangkau menjadi salah satu kunci untuk mendorong investasi operator telekomunikasi dan mempercepat perluasan jaringan 5G di Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kemenkomdigi Ismail menegaskan, kebijakan pengelolaan spektrum frekuensi perlu menyeimbangkan penerimaan negara dengan kebutuhan investasi operator untuk membangun infrastruktur telekomunikasi.
“Spektrum bukan hanya tentang bagaimana pemerintah memperoleh pendapatan dari pemanfaatannya, tetapi juga tentang bagaimana memastikan biaya pemanfaatan spektrum tetap terjangkau. Dengan begitu, seluruh operator dapat membangun dan mengembangkan infrastrukturnya sesegera mungkin,” ujar Ismail dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga
Bukan Sekadar Menara, Merger PST-UMT dan Spektrum Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Mitratel (MTEL)
Menurut Ismail, biaya spektrum yang terjangkau memberikan ruang bagi operator untuk memperluas jaringan sekaligus mempercepat pengembangan teknologi 5G. Kebijakan tersebut dinilai penting karena pembangunan infrastruktur telekomunikasi membutuhkan investasi besar dan waktu yang panjang.
Indonesia saat ini telah memiliki jaringan 4G dengan cakupan lebih dari 98% wilayah. Namun, pengembangan jaringan 5G membutuhkan dukungan alokasi spektrum frekuensi dengan biaya yang sesuai agar operator memiliki ruang untuk meningkatkan infrastruktur. “Lebih dari 98% wilayah Indonesia telah terhubung dengan jaringan 4G. Perkembangan 5G juga berlangsung sangat cepat. Karena itu, persoalan spektrum frekuensi menjadi sangat penting,” tuturnya.
Ismail menilai konektivitas yang memadai merupakan fondasi transformasi digital. Karena itu, ketersediaan infrastruktur telekomunikasi perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan digital secara produktif.
Baca Juga
40 Menit Transaksi BEI, IHSG Melompat 2,91% Terdorong BBRI, BBCA, TLKM, hingga BREN
Dalam lima hingga tujuh tahun terakhir, pemerintah telah mengubah pendekatan pengelolaan spektrum frekuensi. Salah satu langkahnya dilakukan melalui lelang spektrum terbaru dengan harga relatif terjangkau untuk mendukung investasi operator telekomunikasi. “Menurut saya, sekarang seluruh operator memiliki ruang yang cukup untuk membangun jaringan 5G,” katanya.
Pemerintah akan terus mengupayakan alokasi spektrum untuk mendukung pengembangan teknologi telekomunikasi. Ismail menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan agar operator memiliki ruang untuk merencanakan investasi dan membangun jaringan dalam jangka panjang.
Dengan biaya spektrum yang terjangkau dan kebijakan alokasi yang berkelanjutan, pengembangan jaringan 5G diharapkan dapat berjalan lebih cepat untuk memperkuat konektivitas dan mendukung transformasi digital Indonesia.
