Kadin DKI Jakarta Gandeng Sadudyama Business Council UEA Buka Peluang Bisnis Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta menggandeng Sadudyama Business Council, organisasi bisnis di Uni Emirat Arab (UEA), untuk memperluas jejaring usaha dan membuka peluang bisnis lintas negara.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) oleh Presiden Sadudyama Business Council, Sanjay Mehta dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perekonomian dan Investasi Kadin DKI Jakarta, Mahir Y Bayasut di kantor Kadin DKI Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Melalui MoU yang berlaku selama dua tahun tersebut, kedua pihak sepakat mendorong pertumbuhan bisnis, memperluas jejaring profesional, serta menciptakan peluang usaha lintas industri dan pasar internasional.
Ruang lingkup kerja sama mencakup jejaring dan rujukan bisnis, ekspansi usaha dan penetrasi pasar, hingga fasilitasi layanan korporat profesional, seperti perizinan, akuntansi, dan perpajakan.
Presiden Sadudyama Business Council, Sanjay Mehta menyatakan, organisasinya membawa delegasi pengusaha ke Indonesia untuk memperkenalkan organisasi dan anggotanya sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan pelaku usaha lokal.
Sadudyama Business Council merupakan organisasi nirlaba yang berdiri pada 2014 dan memiliki mandat dari pemerintah UEA. Organisasi ini menghimpun lebih dari 650 anggota dari sekitar 100 sektor bisnis di UEA.
Menurut Sanjay, organisasi tersebut memiliki jaringan di tujuh emirat dan menjalankan empat dewan bisnis. Setiap kelompok bisnis terdiri atas sekitar 40-50 pemilik usaha dan profesional dari berbagai sektor.
Dia turut memaparkan, Sadudyama Business Council menjalankan kegiatan jejaring bisnis, pertukaran pengetahuan, pelatihan, pameran, pendampingan usaha, serta fasilitasi kemitraan dengan organisasi bisnis dan lembaga pemerintah di berbagai negara.
Sanjay juga menyoroti posisi Dubai sebagai pintu masuk bagi perusahaan yang ingin menjangkau pasar internasional. Dikatakan, pelaku usaha Indonesia dapat memanfaatkan Dubai sebagai pusat perdagangan dan distribusi untuk memperluas pemasaran produk ke berbagai negara.
Dia menyebut lebih dari 70% material yang diimpor Dubai diekspor kembali ke berbagai negara. "Anda tidak hanya berurusan dengan Dubai, tetapi juga dengan pasar dunia secara luas," kata Sanjay.
Dia menambahkan, UEA memiliki sekitar 48 kawasan bebas atau free zone yang mendukung kegiatan bisnis di berbagai bidang. Infrastruktur pelabuhan, jalur laut, bandara, dan telekomunikasi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap aktivitas usaha di negara tersebut.
Sanjay juga menggaribawahi, Sadudyama Business Council ingin menghubungkan pelaku usaha UEA dengan mitra bisnis di Indonesia melalui kerja sama tersebut. Dia berharap kemitraan itu dapat memberikan manfaat bagi anggota kedua organisasi.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Kerukunan Usahawan Kecil dan Menengah Indonesia (KUKMI) Yudianto Tri Rahardjo mengatakan pertemuan delegasi pengusaha UEA dengan Kadin DKI Jakarta menjadi awal untuk membangun kerja sama bisnis yang lebih konkret.
Menurut Yudianto, kerja sama yang dijajaki tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi juga diharapkan berlanjut ke kegiatan usaha antara pelaku bisnis kedua negara.
"Kami berharap ini menjadi awal, bukan hanya MoU, tetapi juga awal bagaimana menjalankan bisnis antara Indonesia dan kedua negara serta lebih luas lagi," ujarnya.
22 Pengusaha dan Eksekutif UEA Hadir
Delegasi UEA yang hadir dalam pertemuan tersebut terdiri atas 22 pimpinan bisnis dan eksekutif dari berbagai sektor, mulai dari konstruksi, material bangunan, teknologi, konsultasi hukum, perdagangan, layanan kesehatan, hingga periklanan dan properti.
Dari jajaran pimpinan organisasi dan perusahaan, hadir Sanjay Mehta selaku Presiden Sadudyama Business Council, Shiju Peetambaran selaku Chairman Ascentia, serta Sujilal Nair selaku Chairman Electech.
Jaganathan Pillai Binoj hadir sebagai CEO Al mas Cleaning Material, Yadu Krishnan sebagai Partner Righteous Group, dan Padma Kumar sebagai Managing Director Al Mahri Advertising.
Baca Juga
Target Perdagangan Indonesia-Rusia Capai US$ 10 Miliar, Kadin Libatkan UMKM dan Perkuat Investasi
Vintron Group of Companies diwakili Chairman Vinod Nambiar, sedangkan Polite Oasis Technical Services diwakili Managing Director Manoj P Subran.
Sejumlah pendiri dan pimpinan perusahaan lainnya yang hadir meliputi Hareesh Illath, Founder & CEO Naazme Gifts; Nandakumar Punnerimadathil, Group CEO Polytec Masterbatch; Ajith Madhavan, Managing Partner Ajith M Legal Consultancy; serta R Pratap Rao, Managing Director Panache Building Materials Trading LLC.
Sektor teknologi dan konsultasi diwakili Praveen Nair, Director Trueline Technologies & Truesoft Technologies; Srini Dokka, Director Pinnacle Technologies FZC; Amit Seth, Founder & CEO SETH INT'L; Sreesan V Balakrishnan, Founder & Director Glue Concepts; serta Sreevalsan, Co-Founder & Managing Director Sageuae.
Delegasi tersebut juga mencakup Pradeep Kumar Mehta selaku CEO & Managing Director Enkay Indo / SNK Global Trading, Vineeth Moily selaku Founder Momentum Mortgages, Dr. Sameer Kumar selaku Managing Director dan Founder AVIISS Healthcare, serta Renu Singh selaku Managing Director Claramont Group Of Companies.
Selain itu, hadir Reyansh Singh yang menjabat sebagai Founder, Future Initiatives, Social Media Manager & Technology Head di RBS Architectural Design Consultancy.
Melalui kesepakatan tersebut, Kadin DKI Jakarta dan Sadudyama Business Council diharapkan dapat memfasilitasi hubungan antarpelaku usaha, memperluas akses pasar, serta menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor.
