Mendag Pastikan Karhutla Belum Ganggu Pasokan dan Harga Bahan Pokok
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum berdampak terhadap distribusi maupun ketersediaan bahan pokok (bapok). Pemerintah terus memantau kondisi pasokan dan harga pangan, terutama di daerah yang terdampak.
Mendag Budi mengatakan, hingga saat ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum menerima laporan mengenai gangguan distribusi bahan pokok akibat karhutla. Berdasarkan pemantauan pemerintah, harga kebutuhan pokok juga masih relatif stabil.
“Sampai sekarang belum ada. Kita terus komunikasi, kemarin juga beberapa nanya kami komunikasi dengan dinas ya mengenai terutama mengenai kebutuhan pokok (bapok). Harganya saya lihat harga-harganya juga relatif stabil,” kata Budi saat ditemui di sela-sela acara Trade Expo Indonesia 2026, ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).
Meski demikian, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan berkomunikasi bersama pelaku usaha ritel dan distributor untuk memastikan kelancaran pasokan bahan pokok.
“Kita sudah antisipasi, kita sudah komunikasi dengan para ritel nanya pasokannya apakah terganggu, terus juga para distributor. Jadi kita terus komunikasi ya,” ujarnya.
Mendag Budi menambahkan, pemantauan tidak hanya dilakukan ketika terjadi karhutla, tetapi juga saat bencana lain berpotensi memengaruhi distribusi barang kebutuhan masyarakat. Pemerintah memeriksa kemungkinan gangguan distribusi serta perkembangan harga di pasar.
Menurut dia, hingga saat ini Kemendag juga belum menerima keluhan pedagang mengenai penurunan jumlah pembeli akibat kondisi tersebut. “Belum, belum ada. Nggak. Jadi ya insyaallah distribusinya bagus, ketersediaan bahan pokoknya ada ya, harga relatif stabil ya,” imbuh Budi.
Baca Juga
Karhutla Belum Berdampak pada Produksi Emiten Sawit TAPG dan TLDN
Maka dari itu, Mendag Budi menegaskan, pengawasan dilakukan di seluruh wilayah, tidak terbatas pada daerah yang mengalami karhutla. Salah satu instrumen yang digunakan adalah Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memperoleh gambaran mengenai perkembangan harga dan kondisi produk di pasar untuk membantu memantau situasi distribusi bahan pokok.
“Semua, semua kita pantau. Kan SP2KP itu sebenarnya bisa memberi gambaran produk, harga, dari situ ketahuan distribusinya seperti apa dan sebagainya,” tutur Mendag Budi.
