4 Pasar di NTT Rusak Akibat Bencana, Mendag Pastikan Pasokan Bahan Pokok Tetap Aman
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pasokan bahan pokok ke Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman dan terjamin setelah wilayah tersebut terdampak bencana. Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berkoordinasi dengan distributor dan pemerintah daerah untuk menjaga kelancaran distribusi kebutuhan pokok.
Mendag Budi mengatakan, kondisi di sejumlah pasar di NTT belum sepenuhnya pulih karena pemerintah daerah masih fokus menangani kondisi darurat pascabencana. Namun, berdasarkan pemantauan Kemendag, pasokan bahan pokok melalui jaringan ritel masih dalam kondisi aman.
"Ritel minimarket mereka menyampaikan pasokan aman," kata Budi di Kantot Kemendag usai menyerahkan bantuan kepada korban bencana di NTT, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, Kemendag kini memastikan pelaku usaha yang mendistribusikan bahan pokok ke wilayah Manggarai maupun daerah lain di NTT tetap menjaga ketersediaan pasokan. Kemendag juga telah berkoordinasi dengan distributor dari wilayah sekitar, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk mengantisipasi gangguan distribusi.
"Nah ini kami ingin memastikan kepada pelaku usaha yang mendistribusikan bahan-bahan pokok ke wilayah di Manggarai atau di NTT agar ketersediaan bahan pokoknya terjamin dan mereka siap semua," terangnya.
Selain memastikan pasokan, Kemendag juga melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar yang terdampak bencana. Budi menyebut terdapat empat pasar yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Baca Juga
Jelang HUT Kemerdekaan RI, PLN Pulihkan Sebagian Besar Kelistrikan Flores Pascabencana
Salah satu yang mengalami kerusakan adalah Pasar Inpres Ruteng di Kabupaten Manggarai. Budi mengatakan, sejumlah tiang pasar mengalami kerusakan sehingga pemerintah meminta aktivitas di pasar tersebut dihentikan sementara demi keselamatan.
"Memang ada empat pasar yang mengalami rusak, tapi yang rusak itu ada satu pasar Inpres Ruteng di Manggarai ya, jadi kami sudah koordinasi dengan pemerintah daerah untuk karena banyak tiangnya yang rusak ya jadi kita minta untuk tidak digunakan dulu," jelas Mendag Budi.
Sementara itu, pasar-pasar lainnya yang mengalami kerusakan ringan masih dapat digunakan. Namun, aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tersebut belum berjalan secara penuh karena proses pemulihan pascabencana masih berlangsung.
"Kita terus berkoordinasi untuk pasar-pasar yang lain masih bisa dipakai ya artinya kerusakannya ringan jadi sementara masih bisa dipakai tapi memang aktivitasnya belum jalan penuh," papar mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag ini.

