Mensos Minta Warga Ajukan Sanggah jika Temukan Data Keliru di DTSEN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meminta masyarakat segera mengajukan sanggah apabila mendapati data mereka di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak sesuai kenyataan.
"Jadi sekarang DTSEN ditambah dengan digitalisasi bansos, setiap saat bisa dimutakhirkan dan boleh untuk disanggah. Kalau ada data-data yang dirasa salah, silakan disanggah," kata dia ditemui Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Imbauan itu disampaikan menyusul viralnya kasus seorang warga miskin di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang di DTSEN tercatat memiliki aset Rp 1 miliar dan masuk kelompok masyarakat mampu (desil 5). Warga tersebut diketahui tinggal bersama dua anak dan menantunya di kontrakan tripleks berukuran 3x3 meter di bantaran kali Kampung Bali, dengan tarif sewa Rp 20.000 per hari.
Baca Juga
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, pengajuan sanggah atau pembaruan data desil dapat dilakukan melalui laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) maupun aplikasi Cek Bansos milik Kemensos. "(Pengajuan sanggah) bisa lewat call center, bisa lewat aplikasi yang sudah kita siapkan, atau lewat portal Perlinsos kita," ujarnya.
Kemensos mengakui masih banyak data warga di DTSEN yang tidak sesuai kondisi sebenarnya. Salah satu penyebabnya, kartu tanda penduduk (KTP) keluarga penerima manfaat dipakai pihak lain untuk membeli aset.
Baca Juga
Setahun Prabowo, Cak Imin Puji Mensos hingga Kepala BPS Berhasil Rampungkan DTSEN
"Sering kali kita temukan ada beberapa yang tidak sesuai dengan kenyataan. Contohnya banyak ternyata KTP keluarga penerima manfaat dimanfaatkan orang lain untuk membeli aset, seperti membeli rumah, membeli tanah, membuat perusahaan, membeli mobil, itu banyak yang seperti itu," kata Gus Ipul.
Untuk itu, ia menilai partisipasi masyarakat diperlukan untuk menjaga akurasi data. Warga diminta aktif mengajukan pembaruan jika menemukan kekeliruan pada data DTSEN masing-masing.
