Setahun Prabowo, Cak Imin Puji Mensos hingga Kepala BPS Berhasil Rampungkan DTSEN
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut salah satu capaian kerja setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah berhasil merampungkan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN).
Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan kolaborasi lintas kementerian/ lembaga di bawah komando Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Atas keberhasilan tersebut, Cak Imin melontarkan pujian kepada Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf hingga Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.
"Presiden langsung memerintahkan kita untuk membangun DTSEN, tepuk tangan untuk Pak Saiful (Mensos), tepuk tangan untuk Kepala BPS, tepuk tangan untuk Kepala Bappenas. Dan tentu saja paling penting, tepuk tangan juga untuk Kepala BKKBN," kata dia saat menyampaikan pemaparan dalam acara "Satu Tahun Pemberdayaan Masyarakat: Langkah Awal Transformasi Bangsa" di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Baca Juga
Cak Imin Sebut Indomaret dan Alfamart sebagai Gurita Ritel yang Ancam UMKM
Menurut Muhaimin, kementerian/ lembaga di bawah komando Kemenko PM berhasil merampungkan DTSEN hanya dalam kurun waktu dua bulan sejak pertama kali Prabowo mengeluarkan instruksi tersebut. Ia menyebut DTSEN akan menjadi rujukan bagi seluruh sasaran pembangunan nasional.
Saat menjadi wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 lalu, Cak Imin mengaku sering menemukan kesulitan yang dialami oleh pemerintah dalam rangka memastikan penerima bantuan yang tepat sasaran.
"Nah, dengan data tunggal sosial ekonomi inilah, maka kita bisa rapatkan dan rapikan barisan untuk egosektoral menjadi satu kesatuan yang tepat sasaran," ungkapnya.
Melalui DTSEN, pemerintah akan memastikan dari total Rp 508,2 triliun APBN yang dianggarkan untuk perlindungan sosial, bakal terserap efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga
Setahun Pemerintahan Prabowo, Cak Imin: Negara Bergerak dari Bansos ke Pemberdayaan
Lebih lanjut, ia menekankan pemerintahan Prabowo telah mengubah paradigma dari pemberian bantuan sosial (bansos) menjadi pembedayaan masyarakat. Ia menyebut target Prabowo untuk mengejar 0% angka kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan masyarakat, adalah dengan terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025.
"Saya mohon dukungan semua para menteri, dukungan semua kementerian lembaga yang hadir, dan yang mendengarkan pemerintah daerah. Mari kita kolaborasi, 2026 harus 0% kemiskinan ekstrim dan 2029 5% maksimum kemiskinan," sebutnya.
Acara 'Satu Tahun Pemberdayaan Masyarakat: Langkah Awal Transformasi Bangsa' tersebut, juga dihadiri oleh sejumlah menteri yang berada di bawah koordinasi Kemenko PM. Beberapa di antaranya Menteri P2MI Mukhtarudin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wamenkop Farida Farichah, dan Wamendes PDT Ahmad Riza Patria.

