Mentan: Kerugian Akibat Perubahan Iklim Bisa Capai Rp 12 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan dampak perubahan iklim sangat berbahaya terhadap sektor pertanian. Bahkan, jika terjadi gagal panen pada 1 juta hektare sawah bisa menyebabkan kerugian hingga Rp 12 triliun.
Salah satu cara yang perlu dilakukan adalah dengan mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan produktif di Indonesia yang mencapai 10 juta hektare, yang di antaranya terdapat di Kalimantan Selatan.
"Jika sawah tadah hujan 1 juta hektar ditanami padi, lalu tiba-tiba tidak ada hujan dan terjadi gagal panen, maka ada kerugian Rp 12 triliun dan ada petani yang alami kerugian 12 juta orang,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (17/11/2023).
Baca Juga
Peternak Unggas Harapkan Pasokan Jagung Seharga Rp5 Ribu per Kg
Amran menjelaskan Provinsi Kalimantan Selatan memiliki potensi lahan rawa untuk dikembangkan dan dioptimalisasi menjadi lahan pertanian seluas 206 ribu hektare. Untuk itu, akselerasi peningkatan produksi padi dan jagung di Kalsel adalah sebuh keharusan.
"Luasnya yang kita putuskan tadi 206 ribu hektare. Ini lahan rawa. Semua insyaallah peralatan, benih, pupuk kami siapkan dari pusat. Awalnya ragu-ragu dikit, ternyata setelah saya tongkrongi 2 hari insyaallah bisa 206 ribu hektare dan ini menjadi penopang pangan nasional," terang Amran.
"Kita jadikan juga sekaligus penopang pangan IKN dan nanti kedepan ini digunakaan untuk short time dan long time. Short time-nya mengurangi impor, dan long time-nya mempersiapkan IKN," sambungnya.
Baca Juga
10 Juta Ha Lahan Rawa Bisa Akselerasi Produksi Padi dan Jagung
Perlu diketahui, Kementan di tahun 2023 menargetkan produksi beras sebesar 32 juta ton dan jagung 16 juta ton. Sementara di tahun 2024, produksi beras ditargerkan 34 juta ton dan jagung 18 juta ton.
Adapun target luas tanam padi di Kalsel seluas 237.997 hektare dengan target produktivitas di tahun 2023 sebesar 3,94 ton per hektare dan 2024 sebesar 4,28 ton per hektare. Sementara untuk peningkatan produksi jagung, penanaman jagung di Kalsel pada 2024 ditargetkan bisa dilakukan dia real seluas 35.000 hektare. (CR-9)

