Tahun Prabowo, Ketum Kadin: Kinerja Ekonomi Perlu Terus Didorong
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai, kinerja ekonomi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sejumlah indikator positif. Meski demikian, ia mengatakan, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi masih perlu dilanjutkan, guna mencapai target pertumbuhan 8% secara bertahap.
Berdasarkan sejumlah indikator ekonomi, produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh hingga 5,6%, inflasi sebesar 3,5%, dan rasio utang terhadap PDB berada di kisaran 40%. Menurut Anin, angka-angka ini menunjukkan daya saing Indonesia di antara negara-negara anggota G20.
“Apakah masih banyak yang harus diperbaiki? Wajar, karena tujuannya memang kita ingin mencapai 8% secara bertahap. Tetapi kalau kita lihat APBN 2027 pun juga angkanya sudah muncul, yaitu 6%,” tandas Anin seusai mengisi seminar dalam Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan VII Kadin-Lemhanas RI, di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Dari perspektif dunia usaha, Anin menyampaikan bahwa pelaku usaha menginginkan pemerintahan yang kuat dan hadir di tengah masyarakat. Sesuai tugas kelembagaan, Kadin membentuk berbagai satuan tugas (satgas) untuk mendukung pelaksanaan sejumlah program pemerintah, salah satunya satgas untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG).
Baca Juga
BGN Mulai Uji Coba MBG Prasmanan di 60 SPPG, Makanan Lebih Fresh dan Kualitas Terjaga
Satuan tersebut dibentuk karena MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha yang terlibat sebagai penyedia layanan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) hingga UMKM sebagai pemasok bahan pokok.
Ia mengingatkan bahwa program MBG juga berkaitan dengan upaya hilirisasi sektor pertanian karena membutuhkan pasokan berbagai komoditas pangan, seperti ayam, telur, hingg sayuran.
Selain itu, Kadin membentuk satgas pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Anin mengatakan, pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, sekaligus menekan biaya penanganan penyakit-penyakit berat yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dalam jangka panjang.
Kadin, lanjut Anin, juga mendorong program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Melalui program ini, distribusi barang diharap dapat menjangkau masyarakat secara langsung dengan mengurangi peran perantara dan melibatkan koperasi yang dimiliki masyarakat.
Di luar dukungan terhadap program pemerintah, Anin menegaskan bahwa Kadin fokus pada penguatan dunia usaha, antara lain melalui peningkatan ekspor dan penarikan investasi. Upaya ini diharap mampu mendorong konsumsi domestik.
“Jadi, saya rasa perjuangan terus berjalan, tetapi kalau secara angka kita lihat tentu arahnya sudah benar. Bahkan, kita mendapatkan pengakuan yang sangat baik dari negara-negara tetangga dan juga anggota BRICS yang Indonesia baru bergabung,” sambungnya.
Dia menyimpulkan, Indonesia masih butuh pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan penciptaan lapangan kerja. Setiap tahun, Anin sebut, Indonesia membutuhkan sekitar empat juta tenaga kerja baru, seiring kebutuhan untuk memperluas jumlah pelaku usaha.
Dalam kesempatan yang sama, Anindya juga menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Syahganda Nainggolan sebagai Ketua Badan Komunikasi (Bakom) RI.
Baca Juga
Tak Bebani APBN, Ini 3 Tuntutan Utama Pengusaha dalam Revisi UU Kadin
“Ini mungkin salah satu awal yang sangat baik di mana beliau berkenan hadir, bukan sendiri Lemhannas, tetapi bersama wakil-wakil dari dunia usaha,” tutupnya.
Seminar yang diselenggarakan di Lemhanas hari ini turut dihadiri Syahganda yang baru diangkat presiden menjadi ketua Bakom.
