60 Tahun Tak Tersentuh, Kawasan Kumuh Tanah Abang Segera Ditata Pemprov DKI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menata kawasan permukiman padat (kumuh) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, termasuk Kampung Bali, Kebon Kacang, dan Kebon Melati. Penataan menyasar kawasan sepanjang sekitar 2,3 kilometer (km) yang disebut telah hampir 60 tahun belum tertangani dengan baik.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan, kawasan tersebut berada tidak jauh dari sejumlah lokasi strategis Jakarta, seperti Istana Kepresidenan, Balai Kota, dan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
"Tepatnya di Tanah Abang, Kampung Bali, kemudian Kebon Kacang, dan sebagainya, ada ruas yang sudah hampir 60 tahun tempat itu kurang lebih 2,3 kilometer tidak tertangani secara baik," kata Pramono saat ditemui di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026).
Pramono menekankan, penataan kawasan tersebut akan dilakukan tanpa menggusur masyarakat yang selama ini tinggal di lokasi. Pemprov DKI akan melakukan perbaikan kawasan sekaligus mempertahankan keberadaan masyarakat setempat. "Intinya adalah kami melakukan pembenahan tidak menggusur," ujarnya.
Dia berharap penataan Tanah Abang dan kawasan sekitarnya dapat menjadi contoh pembenahan permukiman di Jakarta. "Prinsipnya adalah menata kawasan, kita tidak menggusur masyarakatnya, tetapi melakukan perbaikan dan ini akan menjadi role model Jakarta pembenahan di kemudian hari," ucap Pramono.
Salah satu persoalan yang ditemukan di kawasan tersebut adalah kepadatan permukiman. Pramono mengungkapkan, terdapat rumah yang dihuni hingga 15 orang. Kondisi tersebut membuat para penghuni harus tidur secara bergantian dalam tiga shift.
"Secara jujur saya harus mengatakan itu. Bahkan ada beberapa hunian satu rumah yang menghuni itu sampai dengan 15 orang, dan tidurnya tiga shift," imbuh Pramono.
Baca Juga
Menteri Ara Tata Kawasan Kumuh Jaktim Mulai Pekan Depan, 1.050 Rumah Dibedah
Selain permukiman padat, Pemprov DKI akan menata bangunan yang berdiri di atas sungai di kawasan tersebut.
Pramono menyebut terdapat sejumlah rumah ibadah, seperti masjid dan musala, yang berada di atas sungai. Bangunan tersebut akan ditata agar kawasan menjadi lebih rapi. "Di atas sungai itu kebetulan ada rumah-rumah ibadah, seperti masjid, musala, dan sebagainya, tentunya akan kami tata menjadi lebih rapi," katanya.
Penataan kawasan Tanah Abang dan sekitarnya akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dinas Sumber Daya Air (SDA) menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam pembenahan kawasan. Selain itu, Dinas Sosial (Dinsos) juga dilibatkan karena persoalan sosial di kawasan tersebut dinilai cukup tinggi.
"Yang bertanggung jawab melakukan pembenahan ada dua. Yang pertama adalah Sumber Daya Air, yang kedua tentunya dinas terkait terutama Dinas Sosial. Karena di situ hal-hal yang berkaitan dengan sosial juga cukup tinggi," jelas Pramono.
Untuk membiayai penataan, Pemprov DKI akan menggunakan sejumlah sumber pendanaan, mulai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR), sertifikat laik fungsi (SLF) dan koefisien lantai bangunan (KLB).
Baca Juga
Menteri Ara Ajak Astra Bangun 2.000 Unit Rusun di Lahan KAI Tanah Abang dan Bandung
"Anggaran yang akan dilakukan adalah yang pertama tentunya dari APBD, yang kedua kita akan menggunakan dana-dana dari CSR dan juga SLF, KLB untuk melakukan pembangunan di tempat itu," tandas Pramono.
Meski demikian, Pramono belum mengungkapkan total anggaran yang disiapkan untuk penataan kawasan tersebut. "Angkanya sebenarnya sudah keluar, tapi saya belum bisa menyampaikan kepada publik," ujarnya.
Pramono berharap pembenahan Tanah Abang, Kampung Bali, Kebon Kacang, dan Kebon Melati dapat dilakukan secara bertahap sehingga mengubah wajah Jakarta. "Saya meyakini kalau yang seperti-seperti ini kita lanjutkan kita selesaikan, maka wajah Jakarta pelan-pelan juga akan menjadi lebih baik," tuturnya.
