Pemprov DKI Siapkan Rp 5,27 T untuk 10.000 Bus Listrik hingga 2030
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan dana Rp 5,27 triliun untuk mendukung target operasional 10.000 unit bus listrik pada 2029–2030 melalui kerja sama dengan badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD).
Asisten Perekonomian dan Keuangan Daerah Pemprov DKI Jakarta, Suharini Eliawati menyatakan, pendanaan tersebut merupakan bagian dari upaya pembiayaan kreatif (creative financing) untuk meningkatkan layanan transportasi massal di Ibu Kota.
“Ke depan, untuk 10.000 unit bus itu kami sudah bekerja sama dengan di antaranya BUMN dan BUMD Rp 5,27 triliun untuk menyelesaikan,” kata Elly, sapaan akrab Suharini, dalam diskusi publik Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Lebih lanjut, Elly menjelaskan, kebijakan transportasi Jakarta tidak hanya berfokus pada pengadaan armada, tetapi juga pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD).
Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembangunan pedestrian deck di Dukuh Atas untuk menghubungkan lima moda transportasi, yakni Transjakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, dan Kereta Bandara.
Pemprov DKI juga merencanakan pengembangan fasilitas pendukung, termasuk pemanfaatan lahan untuk area park and ride guna memudahkan komuter memarkirkan kendaraan di dekat pusat transportasi umum.
Baca Juga
Bus Listrik Lokal Arjuno Buatan VKTR Dipercaya Layani Mobilitas Tambang hingga 350 Km
“Soal transportasi kita tidak bisa bicara bus atau keretanya saja, bentuk fisiknya, yang penting adalah ada sistem, ada kebijakan-kebijakan yang memang benar-benar kita perhitungkan,” ujar Elly.
Menurut Elly, prinsip tersebut juga berlaku untuk transportasi logistik. Dia menyebutkan, sebanyak 98% kebutuhan pangan di Jakarta dipenuhi melalui transportasi dari luar daerah.
Oleh karenanya, Pemprov DKI akan memperluas layanan, seperti Transjakarta Laut untuk mendukung kebutuhan transportasi sekaligus mempermudah akses masyarakat di Kabupaten Kepulauan Seribu.
“Rencana induk pelabuhan pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam transportasi. Rencana induk terminal pun demikian,” tutur Elly.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, jumlah penumpang transportasi publik di DKI Jakarta meningkat 10,8% hingga September 2026.
“Di sektor mobilitas, penggunaan transportasi publik di Jakarta juga semakin baik. Hingga September 2026, jumlah penumpang TransJakarta, MRT, LRT mencapai 368,4 juta. Naik 10,8%,” kata Pramono dalam konferensi pers Realisasi APBD Triwulan III tahun 2026, seperti dikutip Antara, Rabu (21/10/2026) lalu.
Menurut Pramono, angka ini membuktikan bahwa kini masyarakat semakin banyak yang beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Pramono menilai, peningkatan positif tersebut didorong dengan konektivitas transportasi di Jakarta yang semakin baik. Bahkan, katanya, hingga kini konektivitas transportasi di Jakarta telah mencapai angka 93%.
Terpisah, Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta Mohamad Deddy Gamawan mengungkapkan, pihaknya telah melayani sebanyak 1,5 juta perjalanan pelanggan per hari.
“Setiap hari ada 1,5 juta perjalanan yang dilakukan bersama Transjakarta. Ini bukan sekadar angka, tetapi 1,5 juta kesempatan untuk memilih mobilitas yang lebih berkelanjutan,” kata Dega, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (28/10/2026).
Baca Juga
Periklindo Desak Insentif Kendaraan Listrik Diperluas, Bus Listrik Ikut Dibidik
Saat ini, katanya, Transjakarta telah mengoperasikan 500 bus listrik dari lebih dari 4.620 armada yang melayani masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
Jumlah tersebut terus bertumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Transjakarta mengoperasikan 100 bus listrik pada 2023, meningkat menjadi 300 unit pada 2024, dan mencapai 500 unit pada 2025.
Ke depan, Transjakarta menargetkan 50% armada terelektrifikasi pada 2027 dan 100% bus listrik pada 2030.
