Bedah Rumah Purwakarta, Maruarar Soroti Keluarga Berpenghasilan Rp 2 Juta Sebulan
Poin Penting
|
PURWAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai program bedah rumah harus menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Salah satunya keluarga Eti Nurhayati di Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang hidup dengan penghasilan sekitar Rp 2 juta per bulan untuk memenuhi kebutuhan lima orang.
Maruarar mengatakan kondisi rumah Eti sudah tidak layak huni sehingga memenuhi profil masyarakat yang semestinya menjadi sasaran program bantuan pemerintah. Dia pun mengharapkan agar masyarakat lainnya yang rumahnya juga tidak layak huni untuk segera mendaftarkan diri supaya bisa mendapat bantuan dari pemerintah.
Baca Juga
Serapan Anggaran PKP 2026 Masih 39%, 336.000 Bedah Rumah Digeber
“Ini tepat sasaran ya bantuannya. Keluarga Ibu Eti penghasilannya cuman Rp 2 juta per bulan untuk menghidupi lima orang. Seperti bisa dilihat kondisi rumahnya sudah tidak layak huni. Banyak yang rusak, bocor-bocor. Memang seharusnya profil seperti ini yang pantas mendapatkan bantuan pemerintah,” kata Maruarar saat mengunjungi rumah Ibu Eti di Plered, Purwakarta, Jumat (2/10/2026).
Eti Nurhayati yang tinggal di Kampung Pamoyanan, RT 08/RW 02, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, mengatakan kebutuhan rumah tangganya terutama ditopang oleh suami dan menantunya. Suaminya bekerja sebagai buruh angkut pasir dan batu, sementara Eti sehari-hari merupakan ibu rumah tangga.
“Suami sebagai kuli begitu. Kuli muat pasir, muat batu,” ujar Eti ketika menjelaskan pekerjaan suaminya.
Eti mengatakan rumah yang ditempatinya merupakan milik sendiri. Bersama keluarganya, dia memiliki dua anak dan harus mencukupi kebutuhan lima orang dengan pendapatan sekitar Rp 2 juta per bulan.
Baca Juga
Bedah Rumah di Purwakarta Melonjak 819%, Menteri Ara: Warga Kontrakan Kini Bisa Dapat Bantuan
“Bapak Presiden, Bapak Menteri, terima kasih yang telah membedah rumah saya, gitu, Pak. Terima kasih banget. Ini manfaat buat saya,” kata Eti saat menyampaikan terima kasih kepada pemerintah.
Selain keluarga Eti, Maruarar mencontohkan penerima bantuan lainnya, yakni Bapak Amung. Rumah tersebut dihuni empat orang dengan penghasilan keluarga sekitar Rp 1,8 juta per bulan dan telah ditempati selama 40 tahun. Menurut Maruarar, bantuan bedah rumah yang diterima menjadi yang pertama bagi keluarga tersebut setelah puluhan tahun menempati rumah itu.
