Amdal dan PBG Belum Rampung, Proyek Data Center AI BDx di Purwakarta Dihentikan Sementara
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Proyek pusat data kecerdasan buatan (AI) BDx Data Centers di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, dihentikan sementara. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) meminta pembangunan dihentikan karena izin yang diperlukan dan proses analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) belum rampung dan persetujuan bangunan gedung (PBG) belum terbit.
BDx sebelumnya melakukan groundbreaking kampus data center AI berkapasitas 640 megawatt di Jatiluhur pada 22 September 2026. Perusahaan asal Singapura itu membangun fasilitas untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI dan layanan digital.
KDM sapaan Dedi, menjelaskan alasan penghentian proyek tersebut melalui video yang diunggah di Kanal YouTube Miliknya. Menurutnya, pembangunan dihentikan karena perizinan belum diterbitkan, bukan karena proyek terbukti melanggar aturan lingkungan.
“Proyek ini dihentikan bukan karena melanggar aturan lingkungan. Proyek ini dihentikan karena izinnya belum diterbitkan,” kata KDM dikutip dari video tersebut, Jumat (2/10/2026).
Sehari kemudian, 30 September 2026, Dedi kembali bertemu dengan perwakilan BDx. Dalam video pertemuan yang diunggah melalui Instagram, dia meminta konstruksi dihentikan hingga seluruh izin diperoleh dan proses Amdal diselesaikan.
“PBG dan Amdal belum keluar. Jangan dulu berjalan proyeknya. Berhentikan dulu pembangunannya,” sambung KDM.
Gubernur Jawa Barat itu mengatakan pemerintah Jabar tetap mendukung investasi yang masuk ke wilayahnya. Namun, setiap proyek harus memperhatikan aspek lingkungan, termasuk potensi tekanan terhadap ketersediaan air.
Baca Juga
Persoalan lingkungan
BDx menyatakan masih melakukan konfirmasi terkait penghentian proyek tersebut. Perusahaan menjalankan pusat data untuk perusahaan cloud dan bisnis besar di berbagai negara Asia.
Proyek pusat data AI tersebut dibangun BDx di lahan seluas 8.000 meter persegi di kawasan Jatiluhur. Pembangunan dimulai pada 22 September 2026 dengan target kapasitas daya listrik mencapai 640 megawatt.
Persoalan lingkungan menjadi perhatian seiring pesatnya pembangunan data center untuk memenuhi kebutuhan AI. Sejumlah negara mulai membatasi pembangunan baru karena kekhawatiran terhadap konsumsi listrik, ketersediaan air, lahan, dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Peneliti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan konsumsi listrik dan air data center dapat meningkat dua kali lipat hingga 2030. Di Indonesia, pasar data center bernilai US$ 2,81 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai US$ 6,08 miliar pada 2031.
