Asosiasi Data Center Minta 4 Langkah agar Investasi Data Center Tak Macet
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) atau asosiasi data center mendorong empat langkah untuk memperkuat kepastian investasi data center di Indonesia. Usulan tersebut disampaikan setelah proyek data center AI BDx di Jatiluhur, Purwakarta, dihentikan sementara karena Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) belum terbit.
Ketua Umum IDPRO Hendra Suryakusuma mengatakan, diperlukan koordinasi dan kepastian perizinan sejak awal proyek agar persoalan administratif tidak menghambat investasi yang telah berjalan. “Pertama, perlu ada single point of coordination untuk investasi data center berskala besar,” kata Hendra kepada investortrust.id, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga
IDPRO: Data Center BDx Wajib Patuh, Investor Juga Butuh Kepastian
Menurut IDPRO, pemerintah juga perlu menyiapkan peta jalan perizinan yang jelas serta pedoman khusus untuk proyek hyperscale dan AI data center. Hal ini karena kebutuhan listrik, air, pendinginan, teknologi, dan investasi data center dinilai berbeda dengan bangunan komersial biasa.
Hendra menjelaskan, poin kedua adalah perlunya peta jalan perizinan dan guideline khusus untuk proyek hyperscale serta AI data center. “Poin ketiga adalah mekanisme pre-consultation sebelum groundbreaking atau konstruksi dimulai. Pemerintah pusat dan daerah, PLN, pengelola sumber daya air, serta investor perlu memastikan seluruh persyaratan dan jadwal perizinan sudah dipahami bersama,” tegasnya.
Poin keempat adalah perlunya service level dan timeline perizinan yang jelas. Investor wajib memenuhi seluruh persyaratan, sementara pemerintah perlu memastikan dokumen, kewenangan, dan waktu penyelesaian dapat dipahami sejak awal.
“Pesan kami sederhana: Indonesia harus tetap tegas terhadap compliance, tetapi pada saat yang sama harus menjadi negara yang mudah dipahami dan predictable bagi investor,” jelas Hendra.
Berkelanjutan
Selain kepastian perizinan, IDPRO menekankan pentingnya aspek sustainability dalam pembangunan data center. Asosiasi mendorong efisiensi penggunaan energi dan air serta manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar proyek data center.
Baca Juga
Amdal dan PBG Belum Rampung, Proyek Data Center AI BDx di Purwakarta Dihentikan Sementara
Hendra berharap persoalan proyek BDx dapat diselesaikan melalui dialog cepat antara perusahaan, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Menurutnya, kasus tersebut harus menjadi momentum untuk memperbaiki ekosistem investasi data center agar lebih matang, terkoordinasi, dan kompetitif di kawasan.
IDPRO sebelumnya telah menerbitkan Green Data Center White Paper pada 2022. Tahun ini, asosiasi berencana menerbitkan Indonesia Sustainable Data Center Index yang ditargetkan dapat berkembang menjadi standar dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Tahun ini, asosiasi berencana menerbitkan Indonesia Sustainable Data Center Index yang ditargetkan dapat berkembang menjadi standar dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” tutupnya.
