PLTS 100 GWp Buka Investasi Rp 1.140 Triliun dan Serap 5,52 Juta Pekerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) membuka peluang investasi sekitar Rp 1.140 triliun dan diperkirakan menciptakan lapangan kerja bagi 5,52 juta orang.
"Program ini bukan hanya soal energi, tetapi penggerak ekonomi. Proyek PLTS 100 GWp membuka peluang investasi sekitar Rp 1.140 triliun," ungkap Qodari dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).
Baca Juga
El Nino Tekan PLTA, PLN Siapkan PLTS dan Baterai untuk Jaga Pasokan Listrik
Qodari menambahkan, kebutuhan investasi tersebut akan direalisasikan secara bertahap. Pada awal, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai Rp 135 triliun atau setara US$ 7,7 miliar untuk pembangunan 15 proyek PLTS.
Menurut Qodari, pembiayaan program tersebut tidak akan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Investasi akan didorong melalui badan usaha, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta nasional dan internasional, pembiayaan perbankan, serta instrumen pembiayaan hijau atau green financing.
Dari sisi ketenagakerjaan, keseluruhan program PLTS 100 GWp diperkirakan menyerap 5,52 juta pekerja. Angka tersebut mencakup sekitar 3,465 juta job-years pada bidang konstruksi dan instalasi serta sekitar 2,053 juta job-years pada sektor manufaktur. "Untuk tahap awal 15 proyek pertama, potensi penciptaan lapangan kerja mencapai 515.000 pekerja secara akumulatif," papar Qodari.
Selain investasi dan lapangan kerja, program PLTS 100 GWp diproyeksikan memberikan penghematan anggaran negara. Pemanfaatan PLTS yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi baterai (battery energy storage system/BESS) diperkirakan dapat menghemat anggaran negara hingga Rp 73,9 triliun per tahun dibandingkan penggunaan pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) atau pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
"Khusus tahap awal 15 PLTS, potensi penghematan APBN diperkirakan mencapai Rp 4,6 triliun per tahun," jelas Qodari.
Penghematan tersebut, antara lain berasal dari berkurangnya konsumsi bahan bakar fosil, khususnya diesel. Secara keseluruhan, penghematan konsumsi diesel diperkirakan mencapai hingga 6 juta kiloliter per tahun.
Baca Juga
Menko Airlangga Dorong Revisi RUPTL, Target PLTS 100 GWp Jadi Pengungkit Ekonomi Hijau
Sementara untuk tahap awal 15 proyek PLTS, penghematan bahan bakar diesel diperkirakan mencapai 319.998 kiloliter per tahun. Adapun penghematan gas alam diperkirakan sebesar 35,66 ribu million standard cubic feet (MMSCF) per tahun.Dari sisi lingkungan, program PLTS 100 GWp juga diperkirakan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 140 juta ton CO2.
Qodari menuturkan, pengembangan PLTS tersebut juga diarahkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar panel surya, tetapi berkembang menjadi salah satu pemain utama dalam industri panel surya global.
"Melalui program ini, Indonesia bukan sekadar menjadi pasar panel surya impor, melainkan menjadi pemain utamanya. Manfaat bagi perekonomian lainnya adalah peningkatan teknologi dan pengembangan rantai pasok PLTS yang dilakukan di dalam negeri," tuturnya.
