DEN: Target PLTS 100 GWp Perkuat Akselerasi Energi Hijau RI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menilai target pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) dapat memperkuat akselerasi transisi energi hijau di Indonesia.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengatakan target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 100 GWp merupakan bentuk akselerasi terhadap Kebijakan Energi Nasional (KEN), yang menetapkan target kapasitas PLTS sebesar 7 gigawatt (GW) pada 2030.
“Saya sampaikan pada Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu, Bapak mengakselerasi daripada kebijakan energi nasional yang sudah kita sepakati di tahun 2025,” kata Satya saat paparannya pada acara Seminar Nasional Green Economy 2045 yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (29/9/2026)..
Satya menjelaskan kapasitas 100 GWp PLTS tidak dapat disamakan secara langsung dengan kapasitas pembangkit yang beroperasi secara penuh sepanjang waktu. Hal ini karena PLTS memiliki faktor kapasitas yang dipengaruhi oleh waktu penyinaran matahari.
Baca Juga
Presiden Prabowo Minta DEN Kembangkan Bioetanol E50 untuk Transisi Energi
“Kalau 100 gigawatt peak itu kira-kira, kapasitasnya karena peak itu kita hitung pada waktu peaking hours. Peaking hours di Indonesia sekitar 3-4 jam, 4 jam termasuk 3 jam lah. Maka capacity factor-nya untuk PLTS itu sekitar 18%. Sehingga, kalau kita bilang 100 gigawatt peak itu berarti equivalentnya more or less 33 gigawatt,” terang Satya.
Selain pengembangan PLTS, Satya mengatakan potensi energi surya juga masih dapat diperluas melalui pemanfaatan waduk untuk floating PV (Floating Solar Photovoltaic). Floating Solar Photovoltaic adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya yang dipasang mengapung di atas permukaan air seperti waduk atau danau. Menurut dia, pemanfaatan tersebut masih memiliki ruang ekspansi karena batas yang diperbolehkan mencapai 20% dari luas waduk.
“Jadi, kita berharap nanti beberapa waduk yang secara aturan yang boleh dipakai untuk floating PV itu 20% dari luasan waduk. Tetapi yang terjadi di Cirata jauh di bawah 20%. Jadi, masih ada kapasitas ekspansi floating PV,” pungkas Satya.
