Tantangan Ekonomi Hijau Cukup Besar, Airlangga Dorong Energi Surya Jadi Solusi Tercepat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menerapkan ekonomi hijau (green economy). Salah satunya berkaitan dengan teknologi, sementara pengembangan sejumlah sumber energi hijau juga membutuhkan waktu cukup panjang.
“Ya tentu ekonomi hijau, teknologi menjadi salah satu tantangan. Kedua, dari jumlah energi hijau yang lain tentu yang terkait dengan geotermal dan hydro power itu makan waktunya lama, 5 sampai dengan 6 tahun atau bahkan bisa 7 tahun. Sehingga yang bisa disediakan dalam waktu yang lebih cepat adalah melalui solar (sinar matahari),” kata Airlangga saat ditemui dalam Seminar Nasional Green Economy 2045 di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Airlangga mengatakan kondisi tersebut membuat energi surya menjadi salah satu opsi untuk mempercepat penyediaan energi hijau di Indonesia. Pengembangan pembangkit berbasis solar dinilai dapat dilakukan dalam waktu relatif lebih singkat dibandingkan sejumlah sumber energi hijau lainnya.
Baca Juga
BKPM Petakan Potensi Investasi Hijau Rp 9.800 Triliun hingga 2040, Incar Ekosistem EV
“Dan Indonesia sendiri punya kapasitas untuk industri solar yang setara dengan 11 gigawatt (GW). Jadi ini ada kesempatan untuk mempercepat daripada energi hijau,” sebut dia.
Menurut dia, percepatan pengembangan energi hijau menjadi salah satu bagian penting dalam penerapan ekonomi hijau nasional. Dia pun menambahkan bahwa energi menjadi sektor utama yang paling berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi hijau di Tanah Air.
“Ya ekonomi hijau utamanya di energi. Yang kedua, tentu penggerak hilirnya nanti di sektor digital.”
Dengan demikian, pengembangan ekonomi hijau Indonesia akan bertumpu pada penyediaan energi bersih di sisi hulu dan pemanfaatannya untuk menggerakkan aktivitas ekonomi digital di sisi hilir.
