Dampingi Jokowi, Mentan Amran Ungkap Pompanisasi Solusi Tercepat Dongkrak Produksi Beras
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pompanisasi merupakan solusi paling cepat dan efisien untuk mengatasi dampak El Nino dan kekeringan terhadap penurunan produktivitas komoditas pangan.
Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika meninjau program pompanisasi di Desa Krendowahono, Kecamatan Gondang Rejo, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga
Harga Komoditas Pertanian Naik, Volume Impor Beras Indonesia Melonjak 165,27%
"Kenapa kita pasang pompa air? Karena ini adalah solusi cepat. Hari ini kita pompa, hari ini kita bisa tanam karena kalau kita cetak sawah itu butuh waktu lama," ucap Amran dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/6/2024).
Ia berharap upaya ini tidak hanya mengatasi kekurangan dan pasokan air di musim kering saja, Solusi ini bisa diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) di musim yang mendatang, sehingga produksi beras dalam negeri meningkat.
"Karena mimpi besar kita ke depan adalah mencukupi kebutuhan beras dalam negeri, bahkan syukur-syukur Indonesia bisa memberi dan membantu saudara-saudara kelaparan di negara lain," ungkapnya.
Pemerintah menargetkan program pompanisasi ini dapat menjangkau 1 juta hektare lahan pertanian serta berencana untuk mencetak sawah baru seluas 1 juta hektare per tahun sebagai strategi jangka panjang.
Baca Juga
Pemerintah Akan Siapkan Bantuan Pompanisasi bagi Daerah Kekeringan
Sebelumnya, Presiden Jokowi menambahkan program pompanisasi di Jawa Tengah sudah mencapai 4.300 unit yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Rata-rata, ukuran pompa berkapasitas 8,5 PK hingga ada yang mencapai 18 PK.
Dengan begitu, Provinsi Jawa Tengah ditargetkan mampu berproduksi di atas 9,8 juta ton tahun ini. Angka tersebut bisa bertambah 1,3 juta ton, apabila pompa yang dilakukan berjalan dengan lancar.
"Saya rasa kekeringan yang diperkirakan berlangsung panjang ini bisa diantisipasi dengan langkah tersebut (pompa). Di Jawa Tengah sudah diterima di provinsi, di Kodam, itu 4.300 pompa, baik yang PK-nya 8,5 PK maupun yang 18 PK seperti yang ada di sini," ungkap Presiden Jokowi.

